Cari Blog Ini

Jumat, 19 November 2010

Bahaya Abu Vulkanik

Abu vulkanik, sering juga disebut pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material
vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan, terdiri dari batuan
berukuran besar sampai berukuran halus. Batuan
yang berukuran besar (bongkah-kerikil) biasanya
jatuh di sekitar kawah sampai dengan radius
5-7 km dari kawah, dan yang berukuran halus
dapat jatuh pada jarak mencapai ratusan km bahkan ribuan km dari kawah karena dapat terpengaruh oleh adanya hembusan angin. Seperti
letusan Gunung
Galunggung pada tahun 1982 yang abunya mencapai Australia.
Selain awan panas yang mematikan pada saat gunung berapi erupsi,
abu vulkanik juga sangat berbahaya bagi kesehatan. Abu yang terbentuk selama letusan gunung berapi ini terdiri
dari fragmen batuan halus, mineral, dan kaca
dengan karakter keras, kasar, korosif, dan tidak
larut dalam air. Partikel abu sangat kecil sehingga mudah tertiup angin
hingga ribuan kilometer.

Partikel mikroskopis abu
vulkanik bisa mudah terhirup ke dalam paru-paru dan menimbulkan
masalah pernapasan. Itulah yang menyebabkan
pentingnya menggunakan masker penutup hidung dan mulut saat berada di
lokasi hujan abu vulkanik. Terlebih penderita brinkhitis, emfisema dan
asma disarankan
mengurangi aktifitas di luar ruang karena
paparan abu vulkanik bisa memperparah kesehatan.

Partikel abu vulkanik yang kasar juga dapat
membuat mata terasa tidak nyaman, bahkan
memicu iritasi terutama mereka yang menggunakan lensa kontak. Dan disarankan bagi yang berada di
sekitar lingkungan hujan abu bulkanik untuk tidak sembarangan
menggosok mata meski terasa sakit, gatal dan
merah karena
dikhawatirkan akan memicu goresan partikel
abu di kornea. Dan kasus terparah adalah terjadinya
peradangan pada
kantung conjuctival yang
mengelilingi bola mata sehingga mata menjadi
merah, terasa seperti terbakar dan sensitif
terhadap cahaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar