Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Desember 2010

Ikan Gurami Bakar Kecap

Ikan gurami berdaging
tipis ternyata rasanya
sangat gurih enak.
Apalagi jika sudah
diolesi bumbu kecap
yang pedas-pedas
manis. Nyam... nyam...
sedap!

Bahan:
1 ekor (600 g) ikan
gurami hidup
2 sdm air jeruk nipis
1 sdt garam
100 ml Kecap BLACK
GOLD


Bumbu Olesan,
haluskan:
4 buah cabai merah
2 buah cabai rawit
3 siung bawang putih
2 butir bawang merah
½ sdt merica butiran
1 sdt garam
Pelengkap:
Lalap Sayuran
Sambal Terasi

Cara membuat:
  • Bersihkan sisik
    dan isi perut
    ikan. Kerat-
    kerat agak
    rapat kedua
    sisi badannya.
    Lumuri dengan
    air jeruk nipis
    dan garam
    hingga rata.
    Diamkan
    selama 30
    menit.


  • Campur Kecap
    BLACK GOLD
    dengan Bumbu
    Halus hingga
    rata.


  • Olesi kedua
    sisi badan ikan
    dengan bumbu
    Olesan hingga
    rata.


  • Bakar di atas
    bara api
    hingga kering
    dan matang.
    Angkat.

  • Sajikan hangat
    dengan
    Pelengkapnya.

    Untuk 4 orang

    gurame bakar, by: javaneses></img>
<div style=
  • Sabtu, 20 November 2010

    Menelisik Kehalalan Kue Tart

    REPUBLIKA.CO.ID,
    JAKARTA--Kue tart. Siapa
    yang tak suka kelezatan
    kue yang biasa hadir
    menyemarakkan syukur
    an ulang tahun atau
    pernikahan. Ya, boleh
    dibilang, tak lengkap
    rasanya sebuah resepsi
    tanpa kehadiran kue tart.
    Dengan berbagai hiasan
    dan toping yang menarik,
    kue tart dapat menambah
    semaraknya syukuran
    ulang tahun atau resepsi
    pernikahan.
    Kue tart dapat dibuat dari
    aneka cake, seperti lapis
    malang, black forest, bolu
    cake, atau brownies yang
    diberi hiasan berupa krim,
    aneka cokelat, dan gula-
    gula. Bahan-bahan yang
    biasa digunakan untuk
    membuat cake tersebut,
    antara lain, telur ayam,
    tepung terigu, telur ayam,
    gula pasir, margarin,
    mentega, baking soda,
    baking powder, cake
    emulsifier, serta cokelat
    aneka warna dan flavor.
    Bahan utama untuk
    membuat tart adalah
    tepung terigu. Di
    Indonesia, tepung terigu
    pada umumnya
    difortifikasi/ditambahkan
    vitamin dan mineral untuk
    memperkaya nilai gizinya.
    Menurut Direktur Eksekutif
    Lembaga Pengkajian
    Pangan Obat-obatan dan
    Kosmetika Majelis Ulama
    Indonesia (LPPOM MUI),
    Lukmanul Hakim, titik
    kritis kehalalan tepung
    terigu terdapat pada
    bahan aditif/fortifikasi,
    yaitu mineral dan vitamin.
    "Dari segi kehalalan, yang
    patut dicermati adalah
    penambahan vitamin larut
    lemak dan mudah rusak
    selama penyimpanan,
    misalnya, vitamin A. Agar
    vitamin A mudah larut
    dalam produk pangan
    berair (aqueous) dan agar
    tidak mudah rusak selama
    penyimpanan, maka
    vitamin A biasanya disalut
    (coating)," ungkap
    Lukmanul.
    Menurut dia, bahan
    penyalut tersebut ada
    kemungkinan berasal dari
    gelatin. Gelatin merupakan
    protein yang diperoleh
    dari hidrolisis kolagen
    yang secara alami
    terdapat pada tulang atau
    kulit binatang. "Gelatin
    harus dibuat dari hewan
    halal yang
    penyembelihannya
    dilakukan secara syariah
    Islam." Sedangkan, telur
    ayam merupakan bahan
    hewani alami dan tidak
    termasuk ke dalam titik
    kritis.
    Selain itu, bahan utama
    lainnya yang perlu
    diperhatikan adalah gula
    pasir yang terbuat dari
    tebu. Menurut Lukmanul,
    pembuatan gula yang
    perlu dicermati adalah
    bahan penolong, yaitu
    karbon aktif yang
    ditambahkan pada proses
    rafinasi dan hidrolisis yang
    bertujuan untuk
    mendapatkan gula pasir
    dengan penampakan
    putih. "Penggunaan
    karbon aktif perlu
    diketahui sumbernya,
    yaitu dapat dibuat dari
    tulang hewan yang tidak
    halal, baik jenisnya
    maupun proses
    penyembelihannya,"
    papar Lukmanul.
    Bahan utama pembuat
    tart lainnya yang perlu
    mendapat perhatian
    adalah margarin. Bahan ini
    merupakan lemak padat
    yang sudah ditambah
    dengan bahan pengawet,
    pewarna, dan perisa,
    bahkan diperkaya dengan
    vitamin. "Yang menjadi
    titik kritis kehalalan
    margarin adalah sumber
    lemak apakah dari hewan
    yang halal dan disembelih
    secara syariat Islam?"
    Selain bahan-bahan
    utama, menurut
    Lukmanul, terdapat
    beberapa komponen
    bahan tambahan yang
    perlu diwaspadai.
    Pertama, emulsifier. Kita
    tahu, minyak dan air tidak
    dapat bercampur secara
    merata. Namun, ilmu dan
    teknologi telah
    memungkinkan
    bercampurnya minyak/
    lemak dengan air secara
    homogen dan tidak
    terpisahkan," paparnya.
    Nah, emulsifier ini
    merupakan mono atau
    digliserida yang berasal
    dari proses hidrolisis
    lemak hewani ataupun
    nabati. Bila berasal dari
    lemak hewani, dapat saja
    berasal dari lemak babi
    atau lemak sapi yang tidak
    disembelih menurut
    syariat Islam. Atau
    kalaupun dari lemak
    nabati, proses hidrolisis
    untuk menghasilkan
    emulsifier dapat saja
    menggunakan enzim
    yang berasal dari bahan-
    bahan yang haram,
    seperti porcine pancrease
    lipase (enzim lipase yang
    berasal dari pankreas
    babi).
    Kedua, perisa atau flavor.
    Flavor merupakan bahan
    kompleks yang
    memberikan cita rasa dan
    aroma tertentu. Menurut
    Lukmanul, bahan-bahan
    dasar dari flavor dapat
    berasal dari senyawa-
    senyawa kimia sinetis atau
    bahan-bahan alami
    (tanaman dan hewan)
    yang dapat saja berasal
    dari bahanbahan yang
    haram. Karena itu, perlu
    diketahui pula asal-usul
    perisa ini.
    Ketiga, mentega. Ini
    merupakan produk olahan
    dari lemak susu. Rasa dan
    aroma mentega biasanya
    juga diperkuat dengan
    perisa (flavor) dan diberi
    bahan tambahan
    pengawet. Karena
    melibatkan pencampuran
    minyak dengan air yang
    mengandung pewarna,
    perisa, vitamin, pengawet,
    ke dalam mentega
    biasanya juga
    ditambahkan emulsifier
    agar campuran minyak
    dan air/larutan tersebut
    seragam.
    Keempat, baking soda.
    Bahan ini biasa disebut
    pula dengan nama soda
    kue. Ini adalah bahan
    kimia dengan nama
    natrium (sodium)
    bikarbonat. Bahan ini
    dibuat secara sintesis
    kimia dan tidak ada
    masalah dari segi
    kehalalannya. Baking
    powder adalah campuran
    antara sodium karbonat
    (baking soda) dengan
    asam pengembang
    (leavening acid). Asam
    pengembang di antaranya
    adalah garam fosfat,
    sodium aluminium fosfat,
    glukono delta lakton, dan
    cream of tartar.
    Kelima, cake emulsifier. Ini
    adalah suatu bahan yang
    digunakan untuk penstabil
    dan pelembut adonan
    cake. Fungsi lainnya
    adalah untuk menghemat
    penggunaan telur. Di
    pasar, bahan ini dikenal
    dengan nama-nama
    dagang, seperti Ovalet,
    SP, Spontan 88, TBM
    (istilah jenis cake
    emulsifier dalam bahasa
    Jerman), VX, dll.
    Menurut Lukmanul,
    sumber emulsifier bisa
    dari bahan nabati
    (tanaman) atau hewani
    (dari hewan). Di samping
    itu, sering kali bahan ini
    dicampur dengan lemak
    padat. Pada umumnya,
    lemak yang memadat
    pada suhu ruang adalah
    lemak hewani di samping
    lemak nabati yang dibuat
    dengan cara proses
    hidrogenisasi minyak
    nabati. Oleh karena itu,
    sumber dari cake
    emulsifier harus dicermati.
    "Jika dari turunan hewan,
    maka harus dilengkapi
    dengan sertifikat halal dari
    MUI atau dari lembaga
    yang diakui MUI," papar
    Lukmanul.