Cari Blog Ini

Selasa, 30 November 2010

Rahasia Awet Muda Perempuan Jepang (2)

Kita
tidak harus tinggal di
Jepang atau menjadi
orang Jepang, agar
memiliki wajah yang
awet muda seperti
mereka. Kita hanya
perlu "mencuri" ilmu
diet, gaya hidup,
maupun tips
perawatan kulit
mereka. Dan ternyata,
inilah rahasianya....
Ratakan warna kulit
Ketika kita sudah rutin
menggunakan tabir
surya, langkah
berikutnya adalah
meminimalkan flek
hitam yang terlanjur
menempel di wajah.
Yoko Kisara, seorang
penulis kecantikan di
Tokyo, menyarankan
memakai krim yang
memperlambat
produksi pigmen -biasa
disebut pemutih,
brightening atau tone
corrector. Fungsinya
sama: memutihkan dan
meratakan warna kulit
di bagian tertentu.
Jika perbedaan warna
kulit terlihat sangat
jelas, Jessica Wu, MD,
seorang dokter kulit di
Los Angeles asal
Taiwan, mengatakan
lebih baik Anda pergi ke
dokter kulit untuk
meminta obat yang
mengandung
hydroquinone atau
tretinoin (Retin-A)
dengan kadar tertentu.
Anda juga dapat
menjalani terapi
pengelupasan kulit,
lewat obat-obatan
kimia atau terapi
Intense Pulse Light (IPL)
yang menggunakan
sinar khusus untuk
memperbaiki warna
kulit.
Jaga kelembaban
kulit
"Tidak banyak
perempuan Jepang usia
di atas 40-an yang
mengeluh kulit mereka
kering," ujar Hideko
Hattori, seorang dokter
kulit di Tokyo. Ini
terjadi antara lain berkat
bantuan alam.
Tingkat kelembaban
beberapa wilayah di
Jepang memang cukup
tinggi, sehingga masih
ada saja perempuan
separuh baya di sana
yang mengeluh wajah
mereka kelebihan
minyak. Anda
memang tidak dapat
mengubah iklim, tapi
Anda bisa meniru
beberapa kebiasaan,
agar kulit bebas dari
kekeringan dan tetap
lembab.
Sebagian besar orang
Jepang jarang
menggunakan AC
maupun pemanas
ruangan. Bahkan, ketika
musim panas banyak
perusahaan
mengeluarkan
kebijaksanaan "cool
biz", yaitu mengizinkan
para karyawannya
berbusana kasual,
supaya lebih nyaman
saat udara sedang
panas. Hasilnya, kulit
mereka tetap lembab.
Perempuan Jepang
juga sangat disiplin
dalam ritual
melembabkan kulit.
"Banyak di antara
mereka rela memakai
bermacam-macam
jenis produk yang
fungsinya hampir
sama. Setidaknya dua
dari tiga produk
tersebut berguna untuk
melembabkan kulit.
Sementara,
kebanyakan wanita
Amerika, justru lebih
suka mengandalkan
satu jenis krim saja
dengan harapan
berbagai masalah kulit
dapat teratasi dengan
baik," ujar Yoko.
Contohnya, Ikuko
Watanabe, seorang
fashion stylist berusia
50, memakai krim
pelembab dan toner
yang berfungsi
melembabkan kulit,
serum pelembab,
serum mencerahkan
kulit, dan tabir surya
sekaligus pelembab.
Bahkan, ditambah lagi
dengan masker
pelembab wajah,
setidaknya seminggu
sekali. Hm... tentu saja
kulit mereka jadi
lembab dengan cara
itu.
Pijat area wajah dan
leher
Dalam adat Cina dan
Jepang, pijat wajah
merupakan bagian
ritual perawatan kulit.
"Ibu saya
menyarankan, selagi
muda lakukan
pemijatan setiap
malam, setelah
membersihkan wajah,"
lanjut Jessica.
Kegiatan ini adalah
bagian dari tradisi
akupunktur dan
acupressure Asia
Timur yang bisa
melancarkan peredaran
darah, sehingga kulit
wajah lebih segar dan
mudah menyerap
berbagai produk
perawatan kulit.
Menariknya lagi, lokasi
pemijatan wajah sama
dengan titik dimana
botoks disuntikkan oleh
para dokter kulit.
Contohnya, di antara
kedua alis, garis
ekspresi atau senyum,
dan di samping kedua
mata bagian luar."
Ia juga percaya, kalau
kita teratur memijat
wajah, hasilnya bisa
segera dibuktikan.
"Sekitar 15 tahun lalu,
ketika saya mulai
melakukan praktek
botoks dan suntik
kolagen, saya
menawarkan terapi ini
kepada ibu saya yang
berusia 55. Namun,
ketika ia duduk di ruang
praktek dan tangan
saya mulai bereaksi,
saya baru sadar
ternyata ia tak memiliki
kerutan sama sekali,"
tandasnya terpana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar