Cari Blog Ini

Minggu, 02 Januari 2011

Tips Memilih Burger yang Lezat dan Halal

Burger.
Makanan asal Benua Eropa
yang satu ini memang
telah men dunia. Kini,
burger hadir hampir di
seluruh kota di Tanah Air.
Hampir setiap orang
menyukainya, baik anak-
anak, remaja, maupun
dewasa. Tak terkecuali
konsumen Muslim.
Islam mengajarkan
umatnya untuk selalu
mengonsumsi makanan
yang sehat dan halal.
Karenanya, konsumen
Muslim harus hati-hati
dalam memilih burger
yang akan
dikonsumsinya. Sebab,
makanan yang satu ini
memiliki titik kritis
keharaman pada sejumlah
bahan pembuatnya.
"Agar tidak terjebak
mengonsumsi burger
yang tidak halal, ada
baiknya diketahui terlebih
dahulu bahan apa saja
yang digunakan dalam
makanan itu," ujar
Direktur Eksekutif
Lembaga Pengkajian
Pangan Obat-obatan dan
Kosmetika Majelis Ulama
Indonesia (LPPOM MUI)
Lukmanul Hakim.
Menurut dia, burger
adalah racikan makanan
yang terdiri atas roti,
daging, keju, mayones,
mentega, sayuran, serta
beberapa jenis saus. Oleh
karena itu, papar
Lukmanul, untuk
memastikan kehalalan
burger tersebut, penting
mengenali satu demi satu
bahan yang digunakan.
Roti
Lukmanul
mengungkapkan, bahan
utama roti adalah tepung
terigu yang pada
dasarnya tidak
bermasalah. Namun,
persoalan muncul ketika
pada tepung terigu
ditambahkan zat-zat yang
haram, misalnya, bulu
binatang yang prosesnya
tidak halal, atau dari
bagian tubuh manusia.
"Zat tambahan yang
sering ditemukan pada
terigu adalah L-sistein
yang berfungsi sebagai
improving agent yang
dapat meningkatkan sifat
tepung terigu menjadi
lebih lembut dan mudah
mengembang," ungkap
Lukmanul. L-sistein, kata
Lukmanul, bisa berasal
dari rambut manusia atau
bulu unggas. Jika terbuat
dari rambut manusia,
maka hukumnya jelas
haram. Sedangkan jika
berasal dari hewan, harus
pula dipastikan bahwa
hewan tersebut telah
disembelih secara halal,
bukan dari bangkai
ataupun bulu yang
dicabut dari hewan yang
masih hidup.
Selain L-sistein, lanjut
Lukmanul, pada tepung
terigu biasanya juga
terdapat tambahan
vitamin dan mineral.
Sedangkan zat yang dapat
menstabilkan vitamin agar
tidak cepat rusak adalah
gelatin. Yang perlu
diwaspadai adalah gelatin
tersebut terbuat dari
lemak sapi yang halal,
atau dari lemak babi.
Daging
Bahan berikutnya yang
harus dicermati adalah
daging, yang bisa berasal
dari daging sapi, daging
ayam, bahkan bisa juga
berasal dari daging babi.
"Daging babi tak perlu
dibahas karena hukumnya
jelas haram. Namun,
untuk daging sapi
maupun daging ayam, hal
yang harus diwaspadai
adalah proses penyembeli
han, penyimpanan,
hingga pengolahannya,"
papar Lukmanul.
Jika penyembelihan
dilakukan secara syariat
Islam serta penyimpanan
dan pengolahannya tidak
tercampur dengan zat
yang haram, maka daging
tersebut tentu halal
dikonsumsi. Jika
sebaliknya, maka daging
tersebut menjadi haram.
Keju
Titik kritis lain dalam
burger terletak pada keju.
Keju adalah produk olahan
susu, di mana susu
adalah sumber protein
hewani yang halal.
Namun, ketika sudah
menjadi keju, produk
olahan susu ini harus pula
dicermati karena terdapat
bahan tambahan lainnya
seperti kultur bakteri,
enzim, dan pewarna.
"Bahan-bahan tambahan
tersebut harus diteliti
sumbernya, terutama
enzim dan kultur bakteri,"
tuturnya. Enzim rennet
yang biasa digunakan
dapat berasal dari hewan
atau diproduksi secara
mikrobial. Jika berasal dari
hewan maka sumber
hewan dan proses
penyembelihannya harus
menjadi fokus utama dari
penelusuran kehalalannya.
Sedangkan jika diproduksi
secara mikrobial, maka
harus jelas media yang
digunakan untuk
pertumbuhan dan
produksinya.
Mentega
Secara umum mentega
terbuat dari minyak dan
lemak, baik yang berasal
dari nabati (tumbuh-
tumbuhan) maupun
hewani. Di Eropa,
margarin bisa dibuat dari
lemak apa pun sehingga
status kehalalannya sangat
diragukan. Menurut
Lukmanul, jika mentega
tersebut berasal dari
lemak hewani di mana
jenisnya adalah lemak
babi atau lemak sapi yang
tidak disembelih secara
Islami, maka mentega
tersebut haram.
Selain itu, proses
pembuatan menteganya
sendiri juga harus
diperhatikan, karena
melibatkan dua cara, yakni
fermentasi dan tanpa
fermentasi. Mentega yang
dibuat dengan proses
fermentasi sering kali
dikenal dengan nama
roombotter yang
beraroma lebih wangi dan
tajam.
"Kehalalan mentega yang
dibuat dengan melibatkan
proses fermentasi
diragukan, mengingat
media tumbuh bakteri
asam laktat rawan
kehalalannya dan media
ini bisa tercampur ke
dalam mentega," ujar
Lukmanul.
Bahan lain
Selain bahan-bahan
tersebut, untuk
menambah kelezatannya,
burger juga kerap
ditambah dengan aneka
penyedap seperti
mustard, yang dibuat dari
biji mustard berwarna
kuning, saus, hingga
kecap. Bahan-bahan
tambahan inipun mesti
diwaspadai, mulai dari
bahan dasarnya hingga
proses pembuatannya.
Untuk memperoleh
burger lezat sekaligus
halal, tentu tak perlu
memeriksa satu demi satu
setiap bahan yang hendak
digunakan. Sebab, kini
telah banyak tersedia
berbagai bahan dasar
pembuatan burger yang
telah besertifikat halal dari
MUI. Konsumen hanya
perlu datang ke
supermarket, lalu
memeriksa label halal
dalam kemasannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar