Cari Blog Ini

Jumat, 27 Januari 2012

Cemburu itu perlu




CEMBURU itu bumbu,
meski kadang
menyimpan rasa
sakit bahkan dendam,
namun dengan kadar
yang pas, cemburu
dibutuhkan untuk
mengetahui seberapa
besar cintanya pada
Anda.
Rasa cemburu wajar
hadir seiring perasaan
cinta atau sayang
terhadap pasangan.
Sebuah rasa takut
kehilangan pasangan
atau yang lebih parah
kehilangan cinta itu
sendiri.
Anda hanya perlu
mengontrol seberapa
kuat bisa melawan
perasaan itu. Rasa
cemburu yang dikelola
dengan baik, justru
bisa memunculkan
perasaan hangat
yang teraliri dalam
jiwa, bahkan hadirnya
bisa menepis debat
sengit yang
berpotensi
menghancurkan
hubungan.
Lalu, mengapa
cemburu itu perlu?
Munculnya rasa ini
adalah tanda bahwa
Anda benar-benar
peduli dengan
pasangan. Sinyal
tubuh mengirim
respon, ada suatu hal
yang membahayakan
dirinya.
Inilah bentuk dari
perlindungan diri yang
reflek terjadi. Rasa ini
akan berkembang
menjadi hal yang baik,
yang terdorong
perasaan ingin
melindungi pasangan
dari ancaman bahaya.
Jadi, apa yang harus
dilakukan saat
cemburu itu hadir?
Jangan dulu
menyalahkan.
Bijaknya, bertanyalah
lebih dulu. Beri
kesempatan ia
menjelaskan. Katakan
bahwa tak pernah
ada keinginan untuk
memancing
pertengkaran, hanya
niat untuk melindungi
hubungan.
Ini dia, lima
pertanyaan
mengandung kadar
bahaya
1. Apakah ia tertarik
secara seksual pada
wanita itu?
2. Apakah Anda
menemukan
pasangan berfantasi
dengan wanita lain?
3. Apakah ia merasa
tertarik secara
emosional dengan
wanita lain?
4. Apakah ia
membuka diri dan
berbagi informasi
pribadi dengan wanita
lain?
5. Apakah sesuatu
terjadi antara ia dan
wanita lain yang
disembunyikan?
Melalui sejumlah
pertanyaan itu,
mainkan logika untuk
menilai apakah rasa
cemburu itu sinyal
serius atau hanya
cemburu buta. Jika
ternyata cemburu itu
tak beralasan, jangan
malu untuk meminta
maaf terlebih dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar