Ukiran, lukisan dan
patung para dewa
peninggalan jaman dulu
bukan sekadar warisan
seni budaya. Tapi
sebagian besar di
antaranya berujud
astronot yang
membuktikan kepada
dunia modern bahwa
pengetahuan
penerbangan pada
jaman prasejarah sudah
ada. Pengetahuan itu
meliputi pesawat
terbang, pakaian para
astronot dan jalur-jalur
penerbangan.
Dalam catatan kuno
diisyaratkan bahwa
manusia dan makhluk
misterius atau alien
memiliki ikatan rahasia
yang erat. Sebab
mereka juga ikut
membantu
perkembangan
peradaban manusia
lewat ilmu pengetahuan
yang sudah maju.
Sayangnya, ilmu-ilmu
rahasia itu sebagian
telah hilang.
Jika diamati lukisan atau
patung jaman
prasejarah itu tidak jauh
berbeda dengan kostum
astronot kita sekarang.
Mari kita simak cuplikan
artikel Ellen Llyod
berjudul “Bep Kororoti –
Astronot Kuno
Mengunjungi Bumi: “…
Suatu hari, sebuah
guntur besar terdengar
di pegunungan Pukato-
Ti dan kemudian
mendaratlah di bumi
sesuatu yang aneh dan
perkasa. Ia memiliki
mesin terbang dan
senjata maut yang
mampu menghancurkan
pepohonan dan
bebatuan menjadi debu.
Menurut suku Indian
kuno, makhluk-makhluk
dari angkasa telah
mendarat di bumi di
masa lalu dan memberi
penduduk setempat
ilmu pengetahuan dan
kebijakaan. Para dewa
tersebut mengajari
bercocok tanam,
perbintangan, medis,
dan hal-hal lain yang
bermanfaat…”
Secara fakta, gambaran
makhluk yang bisa
terbang dengan mesin
canggih dan astronot
tampak tersirat dalam
peninggalan masa
lampau. Bukti itu bisa
dilihat pada ukiran
dinding gua kuno suku
Maya, di kota yang
hilang Xuantunich, Belize.
Para dewa ini memiliki
hubungan erat dengan
bulan, angkasa dan
planet Venus. Para ahli
meyakini bahwa dewa
Matahari dari Xuantunich
yang datang dari
angkasa memiliki
sebuah misi memajukan
peradaban manusia
seperti riwayat kuno
yang banyak ditemui
pada suku bangsa lain di
seluruh dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar