Cari Blog Ini

Senin, 22 November 2010

Kisah di Danau Tolire




ALKISAH, di sebuah
desa kecil, seorang ayah
menghamili putrinya
sendiri dan
menyebabkan
kemarahan Dewa.
Dewa kemudian
mengutuk keduanya ke
dalam bentuk yang
terpancar di Danau
Tolire, Maluku Utara.
Danau yang berukuran
besar menggambarkan
sosok sang ayah
sedangkan yang kecil
mencerminkan putrinya.
Seperti kisah danau di
Indonesia pada
umumnya yang diiringi
mitos, Danau Tolire pun
berlaku demikian.
Malahan ada satu mitos
lagi dimana masyarakat
setempat percaya
bahwa danau adalah
rumah bagi banyak
buaya tak terlihat.
Meskipun hanya cerita
yang tidak bisa
dibuktikan
kebenarannya,
nyatanya ini menjadi
salah satu daya tarik
selain keindahan alam
yang ada di sekitar
danau. Cerita ini menjadi
bumbu pemanis bagi
orang-orang yang ingin
mengetahui keindahan
Danau Tolire.
Danau Tolire
mempunyai luas 5
hektare dengan
kedalaman 50 meter.
Danau yang berada
sekitar 10 kilometer dari
kota utama, Ternate,
ini berada di kaki Gunung
Gamalama, gunung
tertinggi di Maluku Utara
dengan puncak tertinggi
mencapai 1.715 meter di
atas permukaan laut.
Berada di kawasan
wisata ini Anda akan
melihat perpaduan
pandangan Gunung
Gamalama, air danau
yang jernih, pandangan
hijau hutan, suara
burung berkicau dan
senyum ramah orang
Ternate. Semua
membuat tempat ini
bersinar dengan
keindahan.
Ada satu keunikan yang
hingga kini masih
bertahan. Beredar kisah
kalau melempar
sesuatu ke danau,
bagaimana pun kuatnya
lemparan dengan
menggunakan batu
atau benda lain, tidak
akan pernah menyentuh
air danau.
Padahal, saat melempar
dari pinggir atas danau,
air danau terlihat berada
di bawah kaki si
pelempar. Barangkali
mereka yang pertama
kali berkunjung ke
danau itu, tidak akan
percaya dengan cerita
yang ada. Meski begitu,
nampak para penjual
menyediakan batu
seharga Rp 1.000 untuk
lima buahnya. Sejauh ini
tidak seorang pun
mampu melemparkan
batu-batu itu hingga
menyentuh permukaan
air danau.
Oiya, ada satu cerita
menarik lagi
menyangkut Danau
Tolire. Konon, di dasar
danaunya terdapat
banyak harta karun
yang dibuang oleh
masyarakat Kesultanan
Ternate saat Portugis
datang menjajah pada
abad ke-15. Hingga
belum ada satupun
yang membuktikan
kisah tersebut.
Bila ingin berkunjung ke
Danau Tolire Besar dan
Tolire Kecil, tidaklah
sulit. Untuk mencapai
tempat itu hanya
dibutuhkan waktu
sekitar 10 menit dari
pusat kota Ternate,
dengan menggunakan
mobil carteran Rp250
ribu per hari, atau
menyewa ojek sepeda
motor dengan tarif
Rp10 ribu per jam.
Saat mengunjungi
Danau Tolire Besar,
banyak obyek wisata
lainnya yang bisa
dinikmati, seperti
keindahan panorama
puncak Gunung
Gamalama, sejumlah
benteng peninggalan
Portugis dan makam
Sultan Babullah, Sultan
Ternate yang terdapat
di jalan menuju danau
tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar