Cari Blog Ini

Sabtu, 20 November 2010

HIV vs TBC

HIV/
AIDS tidak
menyebabkan
kematian, tetapi
membuka peluang
untuk berbagai infeksi
penyerta. Dari berbagai
jenis infeksi penyerta,
yang paling banyak
membunuh penderita
HIV adalah TBC,
pneumonia dan
influenza.
Laporan terbaru dari
badan statistik Afrika
Selatan, TBC
menyebabkan 7.500
kematian pada
pengidap HIV atau
hampir 50 persen
selama tahun 2008.
Peringkat berikutnya
ditempati pneumonia
dan influenza, yang
menyebabkan 45.600
kematian pada tahun
yang sama.
Meski wabah HIV/
AIDS di Afrika Selatan
diyakini telah mencapai
puncak pada tahun
2006, kenaikan angka
kematian pengidap
HIV/AIDS kembali
menunjukkan
peningkatan pada
tahun 2008.
Peningkatannya
tersebut cukup
signifikan, dari 13.561
pada tahun 2007
menjadi 15.097 pada
2008.
Angka ini cukup tinggi
dibandingkan angka
kematian secara
umum. Statistik
mencatat angka
kematian di negara ini
mencapai 592.073
selama tahun 2008,
sebagian besar karena
sebab-sebab alami dan
hanya 52.950 yang
tidak alami misalnya
karena sakit dan
kecelakaan.
"Temuan ini
didasarkan pada
kematian yang
tercatat oleh
Kementeraian Dalam
Negeri. Angka
sebenarnya bisa lebih
besar lagi," ungkap Pali
Lehohla dari Statistics
South Africa, seperti
dikutip dari Timeslive,
Jumat (19/11/2010).
Bukan hal yang
mengejutkan
memang, sebab di
negara ini TBC selalu
menjadi penyebab
terbanyak kematian
pada pengidap HIV/
AIDS. Statistik
mencatat, infeksi TBC
telah menduduki
peringkat pertama
sejak tahun 1997.
Meski dari masa ke
masa kematian
pengidap HIV/AIDS
cukup tinggi,
penyakit ini tidak
pernah sekalipun
dicatat sebagai
penyebab kematian.
Tanpa ada infeksi
penyerta, HIV/AIDS
sebenarnya tidak akan
menyebabkan
kematian.
Namun infeksi HIV
bisa menyebabkan
tubuh kehilangan
sistem kekebalan
tubuh, sehingga
membuka peluang
masuknya berbagai
infeksi penyerta
termasuk TBC. Tanpa
ada sistem kekebalan
tubuh, infeksi sekecil
apapun akan mudah
menyebabkan
kematian.
Penularan HIV
Ketika seseorang
terinfeksi maka gejala
awal yang muncul
terkadang mirip
dengan flu atau infeksi
virus sedang.
Gejala dan tanda awal
dari HIV termasuk
demam, sakit kepala,
kelelahan, mual, diare
dan pembengkakan
kelenjar getah bening
di leher, ketiak atau
pangkal paha.
Pusat pengendalian
penyakit (Center for
Disease Control/CDC)
mengungkapkan ada
beberapa gejala yang
menunjukkan stadium
lanjut dari HIV yaitu:
Kehilangan berat
badan dengan cepat
tanpa adanya alasan
Batuk kering
Demam berulang atau
berkeringat saat
malam hari
Kelelahan
Diare yang lebih dari
seminggu
Kehilangan memori
Depresi dan juga
gangguan saraf
lainnya.
HIV disebabkan
kebanyakan karena
perilaku gonta ganti
pasangan seks tanpa
menggunakan kondom
atau orang-orang yang
memakai narkoba
karena gantian
menggunakan jarum
suntik.
HIV menular
melalui:
Hubungan kelamin dan
hubungan seks oral
atau melalui anus
Transfusi darah
Penggunaan bersama
jarum terkontaminasi
melalui injeksi obat
dan dalam perawatan
kesehatan
Antara ibu dan bayinya
selama masa hamil,
kelahiran dan masa
menyusui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar