LIMA - Paleontolog di
Peru telah menemukan fosil
tembakau di utara
Amazon yang berasal dari jaman
Pleistocene, yakni
sekira 2,5 juta tahun yang lalu.
Tembakau tersebut berukuran 30
sentimeter dan
ditemukan oleh para ilmuwan dari Meyer-Honninger
Paleontology Museum di sungai Maranon, yang berlokasi di timur laut Peru.
"Penemuan ini
memungkinkan kita untuk
memperkirakan usia tanaman tersebut, yakni ketika masih hidup di jaman
Pleistocene yang
berlokasi di timur laut Peru," ujar pihak dari musium.
Para ilmuwan mengatakan bahwa tembakau dihisap dan dikunyah oleh
penduduk asli
Amerika jauh sebelum para penjelajah Eropa datang di abad ke-15. Ilmuwan-ilmuwan tersebut juga mengatakan bahwa tembakau juga digunakan untuk pengobatan, mulai
dari tetes mata
sampai bagian pencernaan, juga
untuk upacara keagamaan, contohnya seperti
meniupkan asap ke para pejuang
sebelum pergi ke
medan pertempuran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar