Hujan yang turun
membasahi tanah dan
pepohonan selalu
menyisakan bebauan
khas yang
menyegarkan. Ada
banyak teori yang
menjelaskan asal
muasal bebauan
tersebut, salah
satunya dari senyawa
yang dilepaskan oleh
tanah dan batu-
batuan yakni petrichor.
Senyawa ini pertama
kali diungkap oleh 2
peneliti dari
Commonwealth
Scientific and
Industrial Research
Organisation (CSIRO),
IJ Bear dan RG
Thomas. Penelitian
tersebut
dipublikasikan dalam
laporan berjudul
"Genesis of Petrichor"
dan dimuat oleh jurnal
Nature pada tahun
1965.
Dikutip dari The Naked
Science, Selasa
(7/12/2010), petrichor
berasal dari 2 kata
dalam bahasa Yunani,
yakni petros yang
berarti batu dan ichor
yang berarti air. Dalam
mitologi Yunani,
petrichor merupakan
cairan halus yang
mengalir di dalam nadi
para dewa.
Para peneliti meyakini,
senyawa yang
memiliki nama kimiawi
2-decanone ini
dilepaskan oleh
tumbuh-tumbuhan
pada musim kering lalu
diserap oleh tanah dan
bebatuan. Oleh
bebatuan, senyawa
itu dilepaskan kembali
ketika kelembaban
udara mengalami
perubahan drastis
misalnya menjelang
dan sesudah hujan
turun.
Hingga kini, teori yang
dikembangkan oleh
ilmuwan CSIRO ini
dinilai paling dapat
menjelaskan
fenomena bau khas
yang tercium sebelum
dan sesudah hujan.
Ada juga teori lain
yang mengatakan, bau
khas saat hujan
disebabkan oleh spora
yang dihasilkan oleh
bakteri bernama
actinomycetes. Bakteri
ini biasanya hidup di
tanah basah, namun
mudah mati ketika
tanah itu kering atau
kehilangan
kelembaban.
Sebelum mati, bakteri
tersebut
meninggalkan telur-
telur dalam bentuk
spora yang memiliki
daya tahan jauh lebih
kuat. Dalam kondisi
tanah kering, spora itu
mengalami hibernasi
sehingga bisa hidup
hingga bertahun-
tahun.
Ketika hujan turun
membasahi tanah,
spora-spora itu hidup
kembali dan beberapa
di antaranya
melepaskan diri dari
tanah dan terhirup
oleh manusia. Bau
hujan yang khas itu
sebenarnya
merupakan spora yang
terhirup oleh manusia.
Teori ini dikuatkan
dengan hasil
eksperimen, yang
membutikan bahwa
pembiakan spora
actinomycetes di
laboratorium dapat
menghasilkan bau
mirip hujan. Namun
teori ini tidak
menjelaskan bau
serupa yang kadang-
kadang sudah muncul
sesaat sebelum hujan
turun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar