Cari Blog Ini

Selasa, 07 Desember 2010

Penemuan Masjid Berusia Puluhan Abad

MADINAH -
Pelebaran lokasi
jamarat tempat
melempar jumroh di
Mina, Kota Makkah,
ternyata tak hanya
bermanfaat bagi
jamaah haji untuk
kenyamanan
melontar jumroh.
Dalam pelebaran itu,
juga tak sengaja
ditemukan sebuah
masjid kuno berusia
puluhan abad lalu.
"Waktu saya jadi
petugas haji antara
tahun 2005 atau
2006 itu baru proses
pengerukan lokasi
Jamarat. Pas dikeruk
tak sengaja buldoser
menyentuh batu
besar yang ternyata
dinding masjid," kata
Sekretaris Daker
Madinah, Surahmat
saat berbincang
menceritakan awal
penemuan masjid
kuno itu.
Masjid itu kini
dinamakan baiat.
Jaraknya tak lebih
dari 50 meter dari
Jamarat. Masjidnya
kini berwarna krem
tidak beratap,
berukuran sekitar 7 X
10 meter, tapi tidak
ada jemaah di
dalamnya.
Bagaimana mungkin
ada jemaah, pagar
besi yang
mengelilinginya selalu
dikunci siang malam.
Lagi pula tak ada
tempat berwudhu
dan toilet
sebagaimana
lazimnya masjid.
Meski demikian,
pengunjung bisa
melihat isi dalamnya
masjid. Sebab, pintu
dari sayap kanan tak
berpintu.
Masjid Baiat dibangun
pada masa
keemasan Dinasti
Abassiyah di tahun
200 H/700 Masehi.
Pembangunan masjid
itu untuk
menghormati Abbas
bin Abdul Muthalib.
Abbas adalah paman
Rasulullah saw, yang
anak keturunannya
kemudian
membangun Dinasti
Abbasiah.
Masjid ini konon
sempat terkubur
tanah. Namun dalam
proses pembangunan
besar-besaran
Jamarat, buldozer
yang melakukan
pengerukan tanah
terantuk batu yang
sangat keras. Setelah
diteliti, ternyata batu
keras tersebut
merupakan masjid.
Maka, masjid itu
dibiarkan seperti apa
adanya.
Kini Masjid Baiat
dijadikan tempat
bersejarah oleh
pemerintah Arab
Saudi. Masjid yang
diambil dari proses
pembaiatan kaum
Yastrib (Madinah)
terhadap Rasul untuk
tidak berbuat syirik
ini kini pun seperti
bangunan tua di
antara bangunan nan
megah di jamarat.
Wikipedia
menjelaskan, baiat di
Aqabah terjadi dua
kali. Baiat Aqabah
pertama yang terjadi
tahun 621 M, yaitu
perjanjian antara
Rasulullah dengan 12
orang dari Yatsrib
yang kemudian
mereka memeluk
Islam. Baiat Aqabah
ini terjadi pada tahun
kedua belas
kenabiannya.
Kemudian mereka
berbaiat (bersumpah
setia) kepada
Muhammad.
Adapun isi baiat itu,
penduduk Yatsrib
tidak akan
menyekutukan Allah
dengan sesuatu apa
pun, mereka akan
melaksanakan apa
yang Allah
perintahkan, dan
ketiga, mereka akan
meninggalkan
larangan Allah.
Setahun kemudian,
tahun 622 M,
Rasulullah kembali
melakukan baiat di
Aqabah. Kali ini
perjanjian dilakukan
Rasulullah terhadap
73 orang pria dan 2
orang wanita dari
Yatsrib. Wanita itu
adalah Nusaibah bintu
Ka'ab dan Asma'
bintu 'Amr bin 'Adiy.
Perjanjian ini terjadi
pada tahun ketiga
belas kenabian.
Mushab bin Umair
yang ikut berbaiat
pada Baiat Aqabah
pertama kembali ikut
bersamanya beserta
dengan penduduk
Yatsrib yang sudah
terlebih dahulu
masuk Islam.
Semakin kaya sudah
sejarah kejayaan
Islam masa lalu di
Saudi. Tentu sebagai
umat akhir zaman,
sejarah perlu kita
pelajari agar bisa
menata kehidupan
menuju kejayaan
yang didambakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar