Cari Blog Ini

Selasa, 21 Desember 2010

Bawang Putih Pencegah Rematik

Napas menjadi bau adalah alasan banyak orang tidak mau mengonsumsi bawang putih mentah-mentah.
Padahal salah satu bumbu dapur paling populer ini punya banyak khasiat, salah
satunya mencegah rematik pada perempuan.

Osteoarthritis
merupakan sejenis penyakit rematik yang menyerang persendian terutama di darah lutut, panggul
dan tulang belakang. Risikonya meningkat seiring bertambahnya
usia, meski banyak faktor lain yang mempengaruhi seperti berat badan dan pola
makan.

Nyeri sendi pada
osteoarthritis terjadi karena ada kegagalan fungsi pada sistem kekebalan tubuh.
Bukannya melawan kuman, sistem tersebut justru menyerang membran synival yang melumasi
sendi sehingga mudah mengalami radang.

Hingga kini tak banyak terapi yang benar-benar ampuh mengatasi
osteoarthritis selain operasi penggantian
sendi. Obat yang paling sering diberikan adalah
pereda nyeri, kadang-kadang ditambah suplemen pemeliharaan tulang dan persendian.

Namun untuk mencegahnya, banyak cara yang bisa dilakukan termasuk olahraga dan
menerapkan gaya
hidup sehat. Diet atau pengaturan pola makan juga cukup efektif mencegah
osteoarthritis saat memasuki usia lanjut.

Salah satu jenis makanan yang disarankan adalah
bawang putih, bumbu dapur yang mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket. Sebuah penelitian
membuktikan,
perempuan yang
banyak mengonsumsi
bawang putih jarang terkena osteoarthritis.

Penelitian tersebut dilakukan oleh para ahli dari King College dan University of East
Angelia di Inggris baru-baru ini. Dengan didanai
Arthritis Research
Britain, penelitian itu melibatkan sekitar 1.000 perempuan yang
belum pernah terkena osteoarthritis.
Pemeriksaan dengan sinar X menujukkan,
perempuan yang
banyak mengonsumsi
bawang putih punya struktur tulang yang
lebih baik. Pemilik
tulang dan persendian yang sehat punya risiko lebih rendah untuk mengalami
ostroarthritis di
kemudian hari. Peneliti juga mengungkap, kandungan senyawa Diallyl disulfida dalam
bawang putih mampu mencegah kerusakan
sendi, senyawa tersebut menghambat
pelepasan enzim
perusak kartilago atau tulang rawan yang membungkus
persendian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar