ALBERT Einstein, sang
jenius satu ini tak
pernah lepas dari
berbagai isu dan misteri.
Menyandang gelar
sebagai ilmuan paling
cemerlang abad ke-20
mengundang detak
kagum semua khalayak
ilmuan dunia. Segala
gerik-geriknya terus
diamati untuk
membedah keseluruhan
hidup yang dijalani
seorang Einstein.
Menggali gerak-gerik
Einstein itu tak lain
untuk mengungkap
kejeniusan yang dimiliki
sang maestro ilmuan ini.
Banyak sekali penelitian
dan kisah fragmen yang
menjelaskan ihwal jalan
hidup Einstein. Bahkan
otak Einstein pun diteliti
untuk mengetahui
kecepatan
kecerdasannya.
Buku ini hadir untuk
tampil beda: menguak
kisah cinta sang ilmuan.
Pilihan kisah cinta yang
diangkat penulis
menjadikan buku ini bisa
menguak nuansa
berbeda ihwal Einstein.
Pilihan ini sangat
menarik, karena sering
ilmuan besar
mempunyai kisah cinta
dan lucu, bahkan kadang
konyol. Tetapi
keganjilan dalam
bercinta kerap
berpengaruh besar
dalam jejak kehidupan
dan keilmuan yang
ditekuni. Dari kisah
cinta, terkadang kita
menemukan kebaruan-
kebaruan pemaknaan
hidup yang belum
ditemukan sebelumnya.
Di sinilah letak menarik
novel ini.
Philip Sington
mengisahkan, 30 tahun
setelah kematiannya,
surat menyurat rahasia
antara sang jenius
Albert Einstein dan
matematikawan Serbia
yang pernah menjadi
istrinya, Mileva Maric,
terungkap. Itu
mengungkap
keberadaan seorang
anak haram yang
terlahir dua tahun
sebelum mereka
menikah. Elisabeth
Einstein, anak itu,
dilahirkan pada akhir
Januari 1902 di sebuah
desa yang pada saat itu
masuk wilayah kerajaan
Austro-Hongaria.
Dua bulan sebelum
Adolf Hitler naik ke
tampuk kekuasaan,
seorang gadis muda
tanpa busana berparas
cantik ditemukan dalam
keadaan nyaris tewas
di sebuah hutan di luar
kota Berlin. Ketika gadis
itu akhirnya pulih dari
koma, dia tidak mampu
mengingat apa pun,
termasuk namanya
sendiri. Satu-satunya
petunjuk identitasnya
adalah secarik kertas
yang terletak di dekat
tempatnya ditemukan,
berisi pemberitahuan
sebuah acara kuliah
umum tentang Teori
Kuantum oleh Albert
Einstein. Koran-koran
pun dengan segera
menamai gadis itu
sebagai “The Einstein
Girl”.
Sington
mengungkapkan bahwa
seorang psikiater
bernama Martin Kirsch
telah berusaha keras
menyingkap kebenaran
di balik kasus “Pasien
E” (Einstein,
maksudnya) ini, tetapi
lama kelamaan
ketertarikan
profesionalnya ternyata
berubah menjadi rasa
cinta kepada sang gadis.
Penyelidikan intensifnya
kemudian
membawanya ke
pedalaman Serbia
melalui sebuah rumah
sakit jiwa di Zurich,
tempat ahli waris
kejeniusan Albert
Einstein —anak
bungsunya, Eduard
Einstein — yang tengah
menulis sebuah buku
yang akan
menghancurkan
reputasi ayahnya dan
sekaligus mengubah
dunia.
Seorang Einstein Girl
menjadi misteri yang
mengguncangkan
belahan dunia Eropa.
Dalam diri Einstein Girl
terdapat darah sang
ilmuan dunia yang
mengutak-atik wajah
pergolakan keilmuan
eksakta. Tak pelak,
kegemparan kasus
“ anak haram” ini
menjadikan sang
Einstein Girl
mengundang misteri
khalayak publik.
Benarkah dalam diri
bidadari cantik ini benar-
benar terdapat wujud
genetik sang ilmuan?
Misteri inilah, salah
satunya, yang
membuat Martin Kirsch
menjadi “tergila-gila”
dengan sang bidadari
kecil ini. Martin bukan
sekadar mengejar
kecantikannya elok
rupawan, tetapi juga
mengincar jalan
genetika keilmuan
Einstein yang dia
kagumi.
***
Bergolak dalam berbagai
tikungan kepentingan
inilah yang membuat
kisah cinta mereka
semakin memikat
dalam novel ini. Di
samping itu, sang
Einstein Girl juga sadar
diri bahwa dirinya,
walaupun terlahir
sebagai “anak haram”,
melainkan menyimpan
gen Einstein yang
mengguncang nalar pikir
ilmuan dunia.
Dengan kesadaran ini,
Einstein Girl tak
sembarangan
meletakkan dirinya
dalam dekapan pelukan
lelaki. Terlebih dia juga
tahu kalau dirinya
terlahir cantik nan jelita.
Semua melekat dalam
kedirian Einstein Girl
akhirnya terjabak dalam
kubangan misteri yang
diramu sang penulis
untuk membuat
pembaca semakin
penasaran. Einstein Girl
memiliki penampakan
yang beragam,
menggambarkan
sebuah dunia Einstein
yang penuh ragam yang
misterius.
Buku ini ditulis dengan
memukau berdasarkan
riset yang tekun. Novel
ini adalah sebuah
misteri tentang cinta
kasih dan kegandrungan
akan ilmu pengetahuan,
sekaligus sebuah
perjalanan gelap menuju
sisi psikologis yang tak
pernah diungkap dari
seorang ilmuwan paling
cemerlang pada abad
ke-20.
Berpijak pada kisah
nyata, novel memukau
ini berpuncak pada
tikungan kuantum yang
kisah-kisahnya terus
mengejutkan pembaca.
Kejutan-kejutan gaya
thriller historis yang
dihadirkan membuat
alur cerita terus
dipenuhi beragam
misteri yang terus
dihadirkan dalam dunia
Einstein.
Sekali lagi, Sington
dalam novel thriller
historis ini telah
membawa alam
pemikiran kita akan
dunia Einstein yang
bukan saja bergelut
dalam alam teoritikus
saja. Sang ilmuan juga
manusia. Kisah cinta
sang ilmuan menjadi
sebuah catatan bahwa
kisah cinta yang dijalani
ilmuan kerap kali juga
sangat berhubungan
dengan aktivitas ilmiah
yang melingkupi
kehidupannya.
Tak pelak kisah cinta
sang ilmuah bisa
menjadi salah satu
referensi melihat
beragam jalan hidupnya,
sekaligus juga
membaca jalan teori
yang terus mengalir dari
kejeniusannya.
Walaupun demikian,
Einstein tetaplah misteri
abad ke-20. Kisah cinta
dalam diri Einstein
menjadikannya justru
semakin misterius
untus terus digali. Novel
ini membantu kita
menjelajahi misteri yang
makin misterius
tersebut.
================================
Judul: The Einstein Girl,
Misteri Kisah Cinta sang
Ilmuan
Penulis: Philip Sington
Penerbit: Serambi
Jakarta
Cetakan: Pertama, Juni
2010
Tebal: 525 halaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar