Cari Blog Ini

Minggu, 26 Desember 2010

Strategi Investasi Fokus Ala Buffett

WARREN Buffett,
hmm, kecerdasan dan
integritasnya telah
memesona jutaan
orang di seluruh dunia.
Kecerdasan serta
catatan investasinya
telah —selama
bertahun-tahun—
menghipnotis
komunitas investasi
profesional. Inilah
kombinasi yang tak ada
duanya yang membuat
Warren Buffett menjadi
panutan paling populer
satu-satunya dalam
berinvestasi selama ini.
Melalui buku ini,
Robert G Hagstrom
mengemukakan
perangkat atau prinsip
investasi yang
digunakan Warren
Buffett untuk memilih
saham biasa, sehingga
akhirnya pembaca akan
mampu secara
saksama menganalisis
sebuah perusahaan dan
pembelian sahamnya
seperti yang dilakukan
oleh Buffett.
Buffet dalam
menjalankan misi
bisnisnya selalu
berpegang teguh pada
prinsip, yaitu sebuah
prinsip yang disebut
dengan Warren Buffett
Way. Warren Buffett
Way terdiri atas empat
prinsip. Pertama, prinsip
bisnis, terdiri atas
pertanyaan apakah
bisnis itu sederhana dan
bisa dimengerti?
Apakah bisnis itu
memiliki sejarah operasi
yang konsisten?
Apakah bisnis itu
memiliki proyek jangka
panjang yang positif?
Kedua, prinsip
manajemen. Terdiri
atas pertanyaan,
apakah manajemen
rasional? Apakah
manajemen jujur pada
pemegang sahamnya?
Apakah manajemen
menolak syarat-syarat
kelembagaan?
Ketiga, prinsip
keuangan, yaitu
fokuslah pada
keuntungan atas
ekuitas, bukan laba per
saham. Hitunglah
“keuntungan pemilik”.
Carilah perusahaan
dengan margin laba
tinggi. Untuk tiap dolar
yang ditahan, pastikan
perusahaan telah
mendapatkan setidak-
tidaknya satu dolar dari
nilai pasar.
Keempat, prinsip
pasar, terdiri atas dua
pertanyaan mendasar
yaitu berapa nilai bisnis
itu? Bisakah bisnis itu
dibeli dengan diskon
yang signifikan
terhadap nilanya?
(halaman 21).
Mengapa prinsip
Warren Buffett Way
terdiri dari banyak
pertanyaan? Meminjam
istilah James Thurber,
lebih baik mengetahui
beberapa pertanyaan
daripada seluruh
jawaban.
Pertanyaan
merupakan anugerah
Tuhan kepada setiap
manusia. Tentu Anda
sering bertanya,
mengapa pertanyaan
anak kecil sering aneh-
aneh dan neka-neka.
Inilah sifat azali
manusia, yaitu
bertanya. Pertanyaan-
pertanyaanlah yang
menjadikan manusia
sebagai makhluk
berpikir dan berbudi.
Keingintahuan melalui
pertanyaan harus terus
disemai agar kita
menjadi manusia
sempurna.
Strategi Portofolio
Lebih dari itu,
sebelum seseorang bisa
dengan sukses
menggunakan strategi
portofolio fokus yang
diajarkan oleh Buffett,
mereka harus
menghilangkan dari
pemikiran mereka
konstruk teori
portofolio modern.
Biasanya, akan mudah
menolak sebuah model
yang dianggap secara
luas sebagai tak
efektif; lagi pula, tidak
ada kebanggaan atau
keuntungan menjadi
orang rata-rata saja.
Tapi teori portofolio
modern telah
berkembang dalam
sejarah yang panjang
dan budaya yang dalam.
Teori ini penuh dengan
rumus-rumus bagus
dan merupakan
pemenang hadiah Nobel.
Kita seharusnya tidak
berharap pembela teori
portofolio modern
dengan mudah terbuai.
Setuju berarti
mengancam baik modal
keuangan maupun
intelektual mereka.
Jika kita mengikuti
saran Buffett, sukses
yang kita dapatkan
akhirnya akan bekerja
untuk menaklukkan
model yang kurang
efektif itu. Meskipun
teori portofolio modern
dipakai oleh intelektual
kelas berat, jangan
kehilangan pandangan
dari fakta bahwa aliran
investasi fokus meliputi
sejumlah investor
terbesar dalam sejarah:
John Maynand Keynes,
Phil Fisher, Charlie
Munger, Lou Simpson,
Bill Ruane, dan Warren
Buffett (halaman
48-49).
Kelebihan buku ini
terletak pada
kemampuan penulis
melakukan wawancara
secara mendalam
(intim) dengan Buffett
sehingga menghasilkan
ulasan yang maksimal.
Walaupun buku ini bukan
ditulis secara langsung
oleh Buffet namun
petikan wawancara
Robert G Hagstrim dan
Buffett bagaikan
petuah Buffet secara
langsung dalam
menjalankan investasi
fokus.
Buku ini membedah
kekuatan strategi
investasi fokus ala
Buffett, dengan
menelaah aspek
matematika, psikologi,
dan berbagai model
mentalnya yang
dibutuhkan untuk
menyusun portofolio
sukses. Tak pelak, buku
ini wajib dibaca oleh
para investor serius
yang ingin terus sukses
dalam jangka panjang,
dan bukan sekadar
mencari profit dalam
satu atau dua kali
kesempatan (Benni
Setiawan-33)
======================================
Judul : The Warren
Buffett Portfolio
Penulis : Robert G.
Hagstrom
Penerbit : Daras Book,
Jakarta
Cetakan : Pertama, Juni
2010
Tebal : 258 halaman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar