Cari Blog Ini

Sabtu, 20 November 2010

11 Manfaat Asam Jawa bagi Kesehatan

KOMPAS.com - Asam
jawa yang selama ini
dikenal sebagai bumbu
dapur, ternyata
memiliki bahyak
manfaat untuk
pengobatan. Nyeri dan
bau anyir di waktu
haid, radang
tenggorokan atau
difteri, batuk kering,
bisul, darah rendah,
sariawan, keputihan,
serta campak adalah
beberapa penyakit
yang bisa diatasi oleh
asam jawa.
Pohon asam berasal
dari Afrika, biasa
ditanam sebagai pohon
perindang, bisa
mencapai ketinggian 25
meter. Daunnya
bersirip sama rata dan
bunganya kekuning-
kuningan. Buahnya
berbentuk batang dan
berbiji dengan panjang
3,5-20 cm dan tebal 2,5
cm. Kulit cangkang luar
lunak berwarna cokelat
dan daging buah
rasanya asam.
Daging buahnya
berwarna putih
kehijauan dan sesudah
tua menjadi cokelat.
Daging buah biasa
dipakai untuk
mengasamkan
makanan, dibuat sirup,
atau membersihkan
barang-barang logam
yang warnanya
berubah menjadi
kehitaman. Daging
buah yang sudah tua
kadang-kadang diolah
(ditanak) agar tahan
lama.
Karena warnanya
menjadi kehitam-
hitaman, biasa disebut
asam kawak.
Daging buahnya
mengandung
bermacam-macam
asam, seperti tatrat,
malat, sitrat, suksinat,
asetat. Asam berkhasiat
untuk memudahkan
buang air besar dan
melancarkan peredaran
darah. Daunnya yang
mengandung flavonoid
bersifat antiradang dan
menghilangkan rasa
sakit.
Bisa Menjadi
Pencahar
Menurut Ir. Wahyu
Soeprapto, ahli
tanaman obat dari
Malang, Jawa Timur,
daun pohon asam
jawa diyakini bisa
menurunkan panas
dalam dan juga
menambah nafsu
makan. Selain itu,
karena mengandung
asam tatrat, asam jawa
diyakini bisa sebagai
pencahar bagi mereka
yang mengalami sulit
buang air.
“Karena sifatnya
menjadi gel dengan
menyerap cairan, asam
jawa juga bisa dipakai
untuk menghancurkan
lemak, ” kata Soeprapto.
Wahyu juga
menambahkan, asam
jawa bisa dibuat
sebagai minuman
hangat. Menurutnya,
sebagai variasi, asam
jawa juga bisa
dipadukan dengan obat
tradisional lainnya
seperti temulawak,
pace, atau yang lain.
“ Yang penting, lihat
kebutuhan dan
takarannya, ” katanya
lagi.
Daging buah asam
biasanya dibuat agar-
agar, sirup, atau
manisan. Inti kayu
berat dibuat menjadi
kayu halus dan
dijadikan bahan
pahatan. Bijinya dibakar
atau digoreng,
sehingga dapat
dimakan. Buahnya
termasuk dalam daftar
obat tradisional yang
sudah dilegalkan.
Ramuan Asam Jawa
1. Bisul
Asam kawak (daging
buah asam matang
yang sudah diolah dan
warnanya hitam bukan
cokelat) sebanyak lima
gram, daun bayam
duri dan daun
kangkung masing-
masing 10 gram,
sedikit garam.
Daun bayam dan
kangkung ditumbuk
halus, dicampur
dengan asam dan
diberi sedikit garam
dapur. Tempelkan pada
bisul sampai seluruh
permukaannya tertutup
semua. Bila sudah
kering, ganti lagi
dengan yang baru.
Dengan cara ini, dalam
waktu singkat bisul
akan matang dan
pecah.
2. Sariawan
Satu cangkir daun
asam muda dicuci
bersih, sepotong kunyit
lima cm diiris tipis.
Rebus dengan empat
gelas air sampai tinggal
setengahnya. Supaya
rasanya agak enak,
tambahkan gula aren
saat merebus. Saring.
Minum setiap pagi dan
sore. Ulangi selama
beberapa hari.
3. Nyeri Haid
a. Satu genggam daun
asam muda dicampur
dengan dua jari kunyit
dan setengah gelas air
masak, lalu ditumbuk
halus. Tumbukan
ditambah air
secukupnya kemudian
disaring dan diminum.
b. Asam kawak
setengah ibu jari,
temulawak 10 potong,
gula aren secukupnya.
Rebus ketiga bahan tadi
dengan air satu gelas,
biarkan hingga menjadi
setengahnya. Minum
setiap pagi, lakukan
berturut-turut selama
seminggu menjelang
datang bulan.
4. Pencegah kolesterol
tinggi
Ambil 150-200 gram
daun asam jawa,
tumbuk halus. Beri
segelas (220 ml) air
matang panas. Lalu
saring dan minum
sampai habis. Lakukan
sehari tiga kali.
5. Menurunkan
demam bayi
Asam kawak dan
kunyit masing-masing
satu ibu jari, daun
melati muda lima
lembar, daun bawang
dua tangkai. Setelah
dicuci, tumbuk semua
bahan tersebut hingga
halus. Tempelkan di
ubun-ubun bayi.
6. Demam setelah nifas
Asam kawak satu jari,
gula aren secukupnya.
Asam dan gula aren
diseduh dengan air
panas dalam gelas.
Setelah agak hangat
minum. Minum dua
kali masing-masing
satu gelas sampai
beberapa hari.
7. Ambeien
Asam kawak satu
gram, daun keji beling
dan meniran masing-
masing enam gram,
temulawak tiga gram.
Setelah dibersihkan,
rebus dengan seliter
air, biarkan hingga
menjadi setengahnya.
Setelah dingin, minum
tiga kali sehari.
8. Darah rendah
Asam kawak lima
gram, bayam 250
gram, gula aren 10
gram, bawang merah
50 gram, cabai 15
gram, garam dapur
tujuh gram. Bayam
direbus, jangan terlalu
masak. Semua bahan
lainnya ditumbuk jadi
satu menjadi sambal.
Nasi beras merah,
bayam, dan sambal
digunakan sebagai
santapan makan siang.
Lakukan setiap hari
sebagai lauk pauk.
9. Difteri
Asam jawa, lobak,
bawang merah, kencur
masing-masing lima
gram, daun pepaya 10
gram. Selain asam,
semua bahan
ditumbuk diberi air
kemudian diperas
airnya. Tambahkan
asam. Seduh dengan
air panas. Aduk hingga
merata. Selagi masih
hangat, gunakan untuk
kumur. Lakukan tiga
kali sehari.
10. Disentri
Asam kawak lima
gram, kunyit dan
temulawak masing-
masing 10 gram, madu
murni satu sendok
makan. Asam kawak,
kunyit, dan temulawak
ditumbuk jadi satu, beri
air panas satu cangkir,
peras, lalu saring.
Tuangkan madu ke
dalam perasan
tersebut, aduk rata.
Diminum sekaligus
pada pagi hari.
11. Eksim
Asam jawa
segenggam, umbi
temu lawak satu buah,
gula aren satu potong.
Umbi temulawak
ditumbuk, campur
dengan asam dan gula.
Rebus dengan dua
gelas air hingga tersisa
setengahnya. Minum
sekali sehari. Lakukan
dua hari sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar