Cari Blog Ini

Selasa, 30 November 2010

Retinopati Diabetik Kerap Terabaikan

Retinopati diabetik atau
gangguan retina mata
sebagai bagian dari
komplikasi diabetes
kerap terabaikan dan
tidak disadari. Padahal,
komplikasi itu dapat
menghilangkan
penglihatan.
Hal itu mengemuka
dalam peluncuran
program Retinopati
Diabetik yang
terselenggara atas kerja
sama Rumah Sakit
Cipto Mangunkusumo
dan Helen Keller
International-Indonesia,
Senin (29/11).
Eye Health Program
Manager Helen Keller
International Widya
Prasetyanti
mengatakan, diabetes
merupakan masalah
besar. Terdapat 13,5
juta penderita diabetes
di Indonesia. Hampir
semua penderita
diabetes tipe satu dan
60 persen penderita
diabetes tipe dua
berisiko menderita
retinopati diabetik.
Diabetes memengaruhi
pembuluh darah kecil
di salah satu bagian
mata, yakni retina.
”Banyak yang
terlambat terdeteksi.
Saat penglihatan mulai
kabur baru penderita
pergi ke dokter mata.
Padahal, retinopati
dapat dicegah jika
diabetes terus
terkontrol, ” ujarnya.
Keterlambatan itu,
antara lain, karena
skrining retina belum
ke program
penanganan diabetes.
”Perawatan kaki,
pembuluh darah, dan
jantung lebih dikenal
masyarakat. Jika ada
gangguan pada mata,
biasanya langsung ke
klinik mata, ” ujarnya.
Untuk itu, Helen Keller
International dan RS
Cipto Mangunkusumo
membuat program
Retinopati Diabetik.
” Lewat program ini
akan ada skrining atau
foto retina di klinik
diabetes. Kesehatan
mata menjadi bagian
klinik diabetes.
Sebaliknya, jika ada
indikasi gangguan di
retina karena diabetes,
dapat dirujuk ke klinik
diabetes, ” ujarnya.
Direktur Utama RS
Cipto Mangunkusumo
Akmal Taher berharap,
nantinya ada riset
terkait program itu,
mengingat RS Cipto
Mangunkusumo juga
rumah sakit
pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar