Cari Blog Ini

Selasa, 30 November 2010

Susunan fosil gigi
berusia 200 juta
tahun dari mahkluk
yang berhubungan
dengan dinosaurus
dan buaya telah
memperlihatkan
bagaimana taring dari
ular berevolusi.
Penemuan ini
mendukung teori
bahwa tempat racun
pada gigi taring ular
berevolusi dari lekuk
gigi.
Jenis reptil bernama
Uatchitodon dari
jaman Triasik dikenal
hanya dari giginya
yang mirip dengan
gigi buaya atau
dinosaurus. Beberapa
fosil gigi Uatchitodon
telah ditemukan, dan
dua yang paling
muda, berusia sekitar
220 juta tahun yang
lalu, memiliki seperti
yang terlihat seperti
tempat racun.
Beberapa fosil
memiliki lekukan gigi
dengan tingkat
kedalaman tapi tanpa
tempat penyimpanan
racun. Sampai
sekarang belum
diketahui apakah
variasi pada gigi
tersebut
menggambarkan
perubahan evolusi,
tahapan
perkembangan gigi
atau perbedaan
posisi gigi di dalam
mulut. Demikian
seperti yang dikutip
dari New Scientist,
Senin (29/11/2010).
Joan Mitchell dari
University of Chicago
bersama dengan para
koleganya
menemukan 26 gigi
dari Uatchitodon di
North Carolina. Usia
dari fosil tersebut di
tengah-tengah
antara dari usia dari
dua penemuan
sebelumnya.
Penemuan tersebut
menunjukkan bahwa
lekukan pada taring
tersebut memanjang
secara perlahan-lahan
dan semakin dalam
sampai akhirnya
menjadi tempat
penyimpanan racun.
"Taring pada ular
mungkin adalah
evolusi terpisah dari
Uatchitodon," ujar
Mitchell. Bryan Grieg
Fry dari University of
Melbourne, Australia,
mengatakan bahwa
penemuan fosil-fosil
ini adalah sangat luar
biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar