Cari Blog Ini

Jumat, 27 Januari 2012

Cemburu itu perlu




CEMBURU itu bumbu,
meski kadang
menyimpan rasa
sakit bahkan dendam,
namun dengan kadar
yang pas, cemburu
dibutuhkan untuk
mengetahui seberapa
besar cintanya pada
Anda.
Rasa cemburu wajar
hadir seiring perasaan
cinta atau sayang
terhadap pasangan.
Sebuah rasa takut
kehilangan pasangan
atau yang lebih parah
kehilangan cinta itu
sendiri.
Anda hanya perlu
mengontrol seberapa
kuat bisa melawan
perasaan itu. Rasa
cemburu yang dikelola
dengan baik, justru
bisa memunculkan
perasaan hangat
yang teraliri dalam
jiwa, bahkan hadirnya
bisa menepis debat
sengit yang
berpotensi
menghancurkan
hubungan.
Lalu, mengapa
cemburu itu perlu?
Munculnya rasa ini
adalah tanda bahwa
Anda benar-benar
peduli dengan
pasangan. Sinyal
tubuh mengirim
respon, ada suatu hal
yang membahayakan
dirinya.
Inilah bentuk dari
perlindungan diri yang
reflek terjadi. Rasa ini
akan berkembang
menjadi hal yang baik,
yang terdorong
perasaan ingin
melindungi pasangan
dari ancaman bahaya.
Jadi, apa yang harus
dilakukan saat
cemburu itu hadir?
Jangan dulu
menyalahkan.
Bijaknya, bertanyalah
lebih dulu. Beri
kesempatan ia
menjelaskan. Katakan
bahwa tak pernah
ada keinginan untuk
memancing
pertengkaran, hanya
niat untuk melindungi
hubungan.
Ini dia, lima
pertanyaan
mengandung kadar
bahaya
1. Apakah ia tertarik
secara seksual pada
wanita itu?
2. Apakah Anda
menemukan
pasangan berfantasi
dengan wanita lain?
3. Apakah ia merasa
tertarik secara
emosional dengan
wanita lain?
4. Apakah ia
membuka diri dan
berbagi informasi
pribadi dengan wanita
lain?
5. Apakah sesuatu
terjadi antara ia dan
wanita lain yang
disembunyikan?
Melalui sejumlah
pertanyaan itu,
mainkan logika untuk
menilai apakah rasa
cemburu itu sinyal
serius atau hanya
cemburu buta. Jika
ternyata cemburu itu
tak beralasan, jangan
malu untuk meminta
maaf terlebih dulu.

Kamis, 26 Januari 2012

ALERGIE

Banyak ragamnya penyakit alergie ini. Misalnya seperti kudis, ada juga bengkak-bengkak. Sebabnya bermacam-macam pula. Ada yg disebabkan karena makan ikan laut, udang atau mungkin anak lebah/tawon, juga karena makan buah pepaya dan masih banyak sebab lain.
Untuk mengobatinya ada yg memakai pengobatan modern dan tradisional. Di sini di jelaskan cara mengobati alergie secara tradisional. Kita ambil daun sirih, sepotong bengklai (semacam jahe) bisa di dapat di penjual jamu.

Caranya :
Bahan-bahanya (daun sirih & bengklai) di tumbuk halus, kemudian di campur minyak kayu putih. Setelah merata oleskan pada tubuh yg luka (alergie). Lakukan pengobatan secara kontinyu setiap hari sampa sembuh.
Selamat mencoba !

Senin, 29 Agustus 2011

Puasa yes, bercinta oke

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah Pakaian bagimu, dan kamupun adalah Pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, Karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang Telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (al-Baqarah ayat 187).
Hakikat dari bulan
Ramadan atau bulan puasa adalah menahan
hawa nafsu baik makan, minum dan juga termasuk nafsu syahwat seks. Tetapi bagi suami istri yang hendak berhubungan saat Ramadan. Tidaklah diharamkan, melainkan harus dengan kektentuan yang sudah diatur dalam berbagai
literatur, baik Alqur'an maupun Hadits.

Jumat, 12 Agustus 2011

Bahasa Cinta Pria

SERING kita dengar
istilah 'pria tidak peka
dan berperasaan' jika
menyangkut urusan
cinta. Kata romantisme,
lebih sering berada
dalam kamus kita, para
wanita. Adalah hal yang
terlanjur dilazimkan
dalam konteks sosial,
bahwa cinta bagi pria,
identik dengan
berhubungan secara
intim dengan
pasangannya. Namun
agaknya istilah tersebut
perlu mendapat revisi.
Sebenarnya, kaum
adam juga merasakan
sensitifitas cinta. Sama
seperti wanita, pria juga
merasakan kasih dan
cinta. Pria mencari rasa
persahabatan,
kepercayaan, dan
kepedulian dalam
hubungan percintaan
yang ia bangun.
Berhubungan, layaknya
suami istri, hanyalah
tujuan/hasil akhir dalam
kedekatan dan
keintiman yang tercipta.
Sebab, untuk
meyegerakan
"berhubungan", bagi pria
yang benar-benar jatuh
cinta pada seorang
wanita, bukanlah
menjadi agenda
utamanya.
Sebab pria dan wanita
terkadang 'tidak
sebahasa' dalam cinta.
Wanita cenderung ingin
mendapat ungkapan
cintan melalui kata-
kata, sedang pria
'berkata melalui
perbuatan' dan bentuk
riil cinta lainnya yang
dapat ia berikan pada
pasangannya.
Sebuah survei terhadap
21.000 pria dan wanita
oleh situs Queendom
membuktikan hal itu.
"Kebanyakan pria
cenderung dinilai tidak
romantis. Namun Anda
harus memahami
mengapa bisa begitu,
untuk menghargai
mereka," kata ketua
survei, Ilona Jerabek,
PhD.
Dalam "dunia" pria,
menurut Ilona, pujian
tergolong sulit mereka
dapat, dan pembicaraan
mengenai perasaan hati
yang terdalam juga
tidak biasa dilakukan.
Sejalan dengan
penelitian itu, laman
whatdomenreallythink.com
menyebutkan bentuk-
bentuk atau bahasa
cinta pria. Berikut lima
sikap dan perilaku cinta
tersebut.
1. Bersikap Protektif.
Sejak zaman adam dan
hawa, pria selalu
menjadi pihak yang
melindungi dan
menyediakan.
Kecenderungan ini telah
tertanam sejak lama.
Sehingga saat seorang
pria menjatuhkan pilihan
hatinya, ia akan menjadi
protektif terhadap sang
wanita. Ia menjadi
sangat peduli akan
keselamatan sang
wanita. Bagi mereka,
tak ada yang
membuatnya lebih
bahagia dari menyadari
bahwa "objek rasa
cintanya" merasa aman
bersamanya.
2. Bersikap Posesif.
Sebagian besar pria
ternyata lebih rentan
terhadap rasa cemburu
daripada wanita. Hal itu
dikarenakan pria selalu
merasa perlu untuk
mengklaim domain dan
milik mereka. Pria yang
telah menambatkan
rasa cintanya pada
seorang wanita akan
menjadi amat posesif,
setidaknya selama fase
awal hubungan.
3. Memanjakan
Wanitanya.
Kembali pada istilah the
provider,'pria adalah
penyedia dan pemenuh
kebutuhan wanita',
seorang pria akan
cenderung memanjakan
wanita yang dicintainya.
Membelikan berbagai
macam hal, membawa
sang wanita ke tempat
yang menarik bersama,
dan 'kebaikan-kebaikan'
lain akan ditunjukkan
oleh pria yang benar-
benar memiliki rasa
cinta pada
pasangannya.
4. Lebih Ekspresif
saat Berada di Dekat
Sang Wanita.
Sebagian besar pria
akan sangat berhati-
hati untuk tidak
menunjukkan
perasaannya secara
berlebihan di tempat
umum. Pria akan
cenderung
mengendalikan rasa
senang, sedih, atau
perilaku marahnya di
depan umum. Hanya
pada orang terdekatny,
yang ia cintai, pria mau
membuka emosi yang
dia tersembunyi dalam.
Sebab, cinta berarti
ikatan "emosional" dan
lebih dalam dari
ketertarikan fisik.
5. Mencoba
Mengesankan
dengan Prestasi-
prestasinya.
Meski tidak
ditampakkan secara
langsung dan terbuka,
karena takut terlihat
'lemah', pria sebenarnya
sangat menginginkan
perhatian dari wanita
yang ia cintai. Untuk itu,
secara tidak langsung,
pria merasa perlu
menggapai cinta dan
perhatian wanitanya
dengan berprestasi dan
membanggakan
prestasinya. Sebab
dalam dunia pria, hanya
yang terhebatlah yang
akan memenangi
kompetisi. Penting
untuk dipahami bahwa
pria sangat obyektif
dan percaya akan
pembuktian diri melalui
berprestasi.
Jadi sudahkah Anda
memahami sebagian
bahasa cinta kaum pria?

Minggu, 02 Januari 2011

Bruno Metsu Menjadi Mualaf Saat Melatih Tim Senegal

Bruno Lucas Felix
Metsu, demikian nama
lengkap pemberian orang
tuanya. Namun publik
sepak bola dunia lebih
mengenalnya dengan
Bruno Metsu. Namanya
makin mencuat setelah ia
berhasil membawa tim
asuhannya, Senegal,
masuk perempatfinal Piala
Dunia 2002 silam.
Keberhasilan membawa
tim nasional sepak bola
Senegal hingga ke
perempatfinal Piala Dunia
2002 bisa dibilang sebagai
prestasi terbesar Metsu
sepanjang karirnya di
dunia sepak bola.
Lebih dari 30 tahun
berkarir, Metsu bukanlah
pemain dan pelatih
terkenal. Ia pernah
bermain di klub papan
bawah Prancis dan Belgia
seperti Dunkerqe, Nice,
Lille dan Anderlecht. Sejak
1988, ia menangani klub
kelas dua Prancis,
Beauvais, kemudian Lille,
Valenciennes, Sedan, dan
Valence. Sebelum
menangani Senegal, ia
sempat menangani
negara kecil Afrika,
Guinea, selama enam
bulan.
Meski sukses melatih
timnas Senegal, bukan
berarti Metsu tidak
menemui hambatan.
Pertama kali tiba d
Senegal, menurutnya,
sama seperti pertama kali
menangani klub Sedan.
Semua orang
menganggapnya sebagai
makhluk asing dari luar
angkasa. ''Mestinya,
sebelum menilai
seseorang, beri dia waktu
untuk bekerja. Tapi
biarlah, toh semua pun
kemudian tahu apa yang
telah saya perbuat,''
katanya.
Namun, nyatanya dalam
waktu singkat Metsu
berhasil menggaet simpati
para pemain dan official
tim Senegal. Bukan
dengan pendekatan
hirarkis dan militeristik,
melainkan dengan pola
keterbukaan dan saling
menyayangi. Kepada para
pemain, berkali-kali ia
menegaskan, ''Aku bukan
polisi, tapi pelatih. Dan
kalian bebas
mengekspresikan apa
saja.''
Dengan pendekatan itu,
Metsu berkeliling ke
sejumlah klub papan
bawah Prancis, dan
berhasil membawa
pulang para pemain yang
sebelumnya enggan
bergabung di tim
nasional. Dalam
menumbuhkan motivasi,
disiplin dan
tanggungjawab, dia tidak
pernah melepaskan
suasana rileks, senda
gurau, dan kekeluargaan.
Apapun persoalan yang
dihadapi, selalu
dipecahkan bersama.
Filosofi kepelatihan yang
ada dalam diri Metsu
sebenarnya kian tumbuh
seiring dengan
keterpesonaannya
terhadap benua Afrika.
Pria yang lahir di
Coudekerque-Village,
Prancis, pada 28 Januari
1954 ini sangat
mengagumi budaya
Afrika. ''Ada suatu misteri,
nilai-nilai kemanusiaan,
solidaritas, persahabatan,
sesuatu yang sudha
hilang di Eropa,'' katanya.
Di Afrika, menurutnya,
pintu selalu terbuka. Di
Eropa, pemain hanya akan
mendatangi pelatih saat
punya masalah.
Sementara di Afrika,
mereka akan
mendatanginya kapan
pun, untuk menyaksikan
bagaimana sang pelatih
bekerja. Pesona Afrika itu
sangat menyetuh Metsu.
''Aku ini kulit putih berhati
negro,'' tukasnya bangga.
Boleh jadi, sentuhan nilai-
nilai Afrika ini pula yang
membuatnya memeluk
Islam pada 24 Maret 2002
silam. Asal tahu saja, lebih
dari 90 persen penduduk
Senegal adalah pemeluk
Islam. Setelah masuk
Islam, ia kemudian
mengganti namanya
dengan Abdul Karim.
Abdul Karim sendiri
memang tak pernah
mengungkapkan
alasannya memeluk
Islam. Baginya, agama
adalah masalah privasi.
Dia tak ingin mengumbar
privasinya di depan
publik.
Kini, ia hidup tenteram
bersama istrinya, seorang
perempuan Senegal
bernama Rokhaya Daba
Ndiaye. Mereka menikah
dengan uang tunai 6 ribu
euro sebagai mas kawin.
Rokhaya, bersama isteri
para pemain Senegal,
selalu setia memberi
semangat pada tim
nasional setiap kali mereka
bertanding. Seperti pada
ajang Piala Dunia 2002 di
Korea Selatan dan Jepang.
Tidak seperti pelatih tim
negara lain yang melarang
para pemainnya untuk
mengajak serta para istri
mereka, Abdul Karim
justru menempatkan para
istri dari skuad tim
nasional Senegal dalam
satu hotel yang sama
dimana mereka menginap
selama perhelatan Piala
Dunia 2002.
Usai mengukir prestasi di
Piala Dunia 2002,
sejumlah klub dan negara
berebut meminangnya.
Kini ia dipercaya oleh
Federasi Sepak Bola Qatar
(QFF) untuk melatih tim
nasional Qatar hingga
2014 mendatang. Dengan
capaian prestasi yang
pernah ia torehkan saat
mengarsiteki tim nasional
Senegal, tak
mengherankan jika publik
Qatar menaruh harapan
besar pada diri Abdul
Karim untuk mewujudkan
impian lolos ke putaran
final Piala Dunia 2014 di
Brasil.

Tips Memilih Burger yang Lezat dan Halal

Burger.
Makanan asal Benua Eropa
yang satu ini memang
telah men dunia. Kini,
burger hadir hampir di
seluruh kota di Tanah Air.
Hampir setiap orang
menyukainya, baik anak-
anak, remaja, maupun
dewasa. Tak terkecuali
konsumen Muslim.
Islam mengajarkan
umatnya untuk selalu
mengonsumsi makanan
yang sehat dan halal.
Karenanya, konsumen
Muslim harus hati-hati
dalam memilih burger
yang akan
dikonsumsinya. Sebab,
makanan yang satu ini
memiliki titik kritis
keharaman pada sejumlah
bahan pembuatnya.
"Agar tidak terjebak
mengonsumsi burger
yang tidak halal, ada
baiknya diketahui terlebih
dahulu bahan apa saja
yang digunakan dalam
makanan itu," ujar
Direktur Eksekutif
Lembaga Pengkajian
Pangan Obat-obatan dan
Kosmetika Majelis Ulama
Indonesia (LPPOM MUI)
Lukmanul Hakim.
Menurut dia, burger
adalah racikan makanan
yang terdiri atas roti,
daging, keju, mayones,
mentega, sayuran, serta
beberapa jenis saus. Oleh
karena itu, papar
Lukmanul, untuk
memastikan kehalalan
burger tersebut, penting
mengenali satu demi satu
bahan yang digunakan.
Roti
Lukmanul
mengungkapkan, bahan
utama roti adalah tepung
terigu yang pada
dasarnya tidak
bermasalah. Namun,
persoalan muncul ketika
pada tepung terigu
ditambahkan zat-zat yang
haram, misalnya, bulu
binatang yang prosesnya
tidak halal, atau dari
bagian tubuh manusia.
"Zat tambahan yang
sering ditemukan pada
terigu adalah L-sistein
yang berfungsi sebagai
improving agent yang
dapat meningkatkan sifat
tepung terigu menjadi
lebih lembut dan mudah
mengembang," ungkap
Lukmanul. L-sistein, kata
Lukmanul, bisa berasal
dari rambut manusia atau
bulu unggas. Jika terbuat
dari rambut manusia,
maka hukumnya jelas
haram. Sedangkan jika
berasal dari hewan, harus
pula dipastikan bahwa
hewan tersebut telah
disembelih secara halal,
bukan dari bangkai
ataupun bulu yang
dicabut dari hewan yang
masih hidup.
Selain L-sistein, lanjut
Lukmanul, pada tepung
terigu biasanya juga
terdapat tambahan
vitamin dan mineral.
Sedangkan zat yang dapat
menstabilkan vitamin agar
tidak cepat rusak adalah
gelatin. Yang perlu
diwaspadai adalah gelatin
tersebut terbuat dari
lemak sapi yang halal,
atau dari lemak babi.
Daging
Bahan berikutnya yang
harus dicermati adalah
daging, yang bisa berasal
dari daging sapi, daging
ayam, bahkan bisa juga
berasal dari daging babi.
"Daging babi tak perlu
dibahas karena hukumnya
jelas haram. Namun,
untuk daging sapi
maupun daging ayam, hal
yang harus diwaspadai
adalah proses penyembeli
han, penyimpanan,
hingga pengolahannya,"
papar Lukmanul.
Jika penyembelihan
dilakukan secara syariat
Islam serta penyimpanan
dan pengolahannya tidak
tercampur dengan zat
yang haram, maka daging
tersebut tentu halal
dikonsumsi. Jika
sebaliknya, maka daging
tersebut menjadi haram.
Keju
Titik kritis lain dalam
burger terletak pada keju.
Keju adalah produk olahan
susu, di mana susu
adalah sumber protein
hewani yang halal.
Namun, ketika sudah
menjadi keju, produk
olahan susu ini harus pula
dicermati karena terdapat
bahan tambahan lainnya
seperti kultur bakteri,
enzim, dan pewarna.
"Bahan-bahan tambahan
tersebut harus diteliti
sumbernya, terutama
enzim dan kultur bakteri,"
tuturnya. Enzim rennet
yang biasa digunakan
dapat berasal dari hewan
atau diproduksi secara
mikrobial. Jika berasal dari
hewan maka sumber
hewan dan proses
penyembelihannya harus
menjadi fokus utama dari
penelusuran kehalalannya.
Sedangkan jika diproduksi
secara mikrobial, maka
harus jelas media yang
digunakan untuk
pertumbuhan dan
produksinya.
Mentega
Secara umum mentega
terbuat dari minyak dan
lemak, baik yang berasal
dari nabati (tumbuh-
tumbuhan) maupun
hewani. Di Eropa,
margarin bisa dibuat dari
lemak apa pun sehingga
status kehalalannya sangat
diragukan. Menurut
Lukmanul, jika mentega
tersebut berasal dari
lemak hewani di mana
jenisnya adalah lemak
babi atau lemak sapi yang
tidak disembelih secara
Islami, maka mentega
tersebut haram.
Selain itu, proses
pembuatan menteganya
sendiri juga harus
diperhatikan, karena
melibatkan dua cara, yakni
fermentasi dan tanpa
fermentasi. Mentega yang
dibuat dengan proses
fermentasi sering kali
dikenal dengan nama
roombotter yang
beraroma lebih wangi dan
tajam.
"Kehalalan mentega yang
dibuat dengan melibatkan
proses fermentasi
diragukan, mengingat
media tumbuh bakteri
asam laktat rawan
kehalalannya dan media
ini bisa tercampur ke
dalam mentega," ujar
Lukmanul.
Bahan lain
Selain bahan-bahan
tersebut, untuk
menambah kelezatannya,
burger juga kerap
ditambah dengan aneka
penyedap seperti
mustard, yang dibuat dari
biji mustard berwarna
kuning, saus, hingga
kecap. Bahan-bahan
tambahan inipun mesti
diwaspadai, mulai dari
bahan dasarnya hingga
proses pembuatannya.
Untuk memperoleh
burger lezat sekaligus
halal, tentu tak perlu
memeriksa satu demi satu
setiap bahan yang hendak
digunakan. Sebab, kini
telah banyak tersedia
berbagai bahan dasar
pembuatan burger yang
telah besertifikat halal dari
MUI. Konsumen hanya
perlu datang ke
supermarket, lalu
memeriksa label halal
dalam kemasannya.

Kristiane Backer, Menemukan Islam dan Quran yang Rasional

Berawal dari ketertarikan
mengkaji Islam melalui
diskusi bersama sang
suami, mantan presenter
MTV, Kristiane Backer,
menemukan Islam
sebagai agama yang logis
dan rasional. Menurut dia,
Islam berpihak kepada
perempuan dan laki-laki.
Dia menambahkan, dalam
Islam, perempuan telah
memiliki hak untuk
memilih pada tahun 600
Masehi. Perempuan dan
laki-laki di dalam Islam
pun berpakaian dengan
cara yang sopan.
Kristiane Backer lahir dan
tumbuh dewasa di tengah
keluarga Protestan di
Hamburg, Jerman.
Kariernya sebagai
presenter dimulai pada
usia 21 tahun. Kala itu ia
bergabung dengan radio
Hamburg sebagai
wartawati. Dua tahun
kemudian, ia terpilih
sebagai presenter MTV
Eropa di antara ribuan
pelamar. Dunia yang
dipilihnya itu,
mengantarkan Kristiane
bertemu dengan banyak
pesohor dari berbagai
negara. Ia pun merasakan
sebuah kehidupan yang
glamor. Di tengah
kehidupan glamornya, ia
mengalami keguncangan
spiritual.
Kemudian di tahun 1992,
Kristiane bertemu dengan
Imran Khan, yang
akhirnya menjadi
suaminya. Imran Khan
adalah anggota tim kriket
Pakistan. Pertemuan itu
adalah yang pertama kali
antara Kristiane dengan
seorang bintang yang
beragama Islam. Kristiane
dan Khan senantiasa
berdiskusi tentang Islam.
Saat mengkaji agama
samawi itu bersama
suami, Kristiane
menemukan Islam dan
Quran yang begitu
rasional. Ia mengaku apa
yang dikatakan lingkungan
dan orang-orang
terdekatnya cenderung
salah tentang Islam. Ia
menilai Islam begitu
menjunjung tinggi hak-
hak wanita, yang
sekarang tengah
diperjuangkan di seluruh
dunia. Jauh sebelumnya,
Islam telah menjunjung
tinggi hak-hak wanita
sejak ratusan tahun yang
lalu.
Semenjak itu, Kristine
secara perlahan mulai
menyesuaikan
kehidupannya dengan
nilai-nilai Islam. Akhirnya,
ia menerima Islam setelah
mengucap syahadat. Ia
pun mempelajari shalat
lima waktu dan berpuasa
Ramadhan, sebagaimana
kewajiban Muslim pada
umumnya.
Meski begitu,
keputusannya masuk
Islam menuai berbagai
macam cobaan. Saat itu,
Kristiane tidak lagi
dipercaya menjadi
presenter. Tak hanya itu,
kawan-kawan dan
kerabatnya pun
mengucilkannya.
Beruntung, kedua orang
tua Backer tak
mempermasalahkan jalan
hidup yang dipilih
anaknya itu. Bahkan,
suasana keluarganya kian
hangat oleh diskusi-
diskusi seputar keislaman.

Camilla Leyland, Guru Yoga yang Memutuskan Menjadi Muslimah

Namanya Camilla Leyland.
Usianya kini 32 tahun. Bagi
warga Cornwall, Inggris,
Camilla sudah tak asing
lagi. Ia memiliki sanggar
yoga terbesar dan terkenal
di kota itu, Camilla Yoga.
Namun tak banyak yang
tahu, ibu dari seorang
putri, Inaya, ini adalah
seorang Muslim. Ia
memutuskan untuk
menganut Islam pada usia
20-an tahun.
Beda dengan pandangan
Barat soal perlakuan Islam
atas perempuan, ia justru
tertarik mempelajari Islam
karena alasan ini.
Menurutnya, tak seperti
pandangan banyak orang,
Islam justru
mendudukkan
perempuan setara dengan
laki-laki, dalam fungsi dan
tugas masing-masing.
"Saya tahu, orang pasti
akan terkejut mendengar
kata "feminisme dan
"Islam". Namun jangan
salah, dalam Alquran,
wanita mempunyai
kedudukan setara laki-laki
dan ketika agama ini
dilahirkan, perempuan
adalah warga kelas dua
dalam masyarakat
misoginis," ujarnya.
Menurutnya, banyak
orang yang salah
mendudukkan antara
budaya dan agama. Di
negara Islam, kebebasan
wanita dikungkung
mungkin benar, namun
jangan salah juga, ketika
saya tumbuh, saya juga
merasa tertekan dalam
kultur masyarakat Barat
yang begini," ujarnya.
"Tekanan" yang
dimaksudkan, adalah
tuntutan sosial agar
wanita berlaku sama
dengan pria, dengan
minum minuman keras
dan seks bebas. "Tak ada
artinya semua itu bagi
saya. Dalam Islam, ketika
Anda mulai menjalin
hubungan, maka artinya
adalah sebuah komitmen
yang intens," ujarnya.
Camilla besar dalam
lingkungan kelas
menengah Inggris.
Ayahnya adalah direktur
Southampton Institute of
Education dan ibunya
dosen ekonomi. Camilla
mulai tertarik pada Islam
sejak sekolah menengah.
Dahaganya akan
pengetahuan keislaman
agak terpuaskan ketelah ia
masuk universitas, yang
dilanjutkan dengan meraih
gelar master untuk bidang
studi Timur Tengah.
Pencerahan datang saat ia
tinggal dan bekerja di
Suriah. Ia makin tertarik
pada Islam setelah
membaca terjemah
Alquran. "Saya tertarik
untuk menjadi mualaf,"
ujarnya.
Keputusannya menganut
Islam membuat teman-
teman dan keluarganya
heran. "Sulit bagi mereka
untuk memahami
seorang yang terpelajar,
berasal dari kelas
menengah, dan berkulit
putih pula, memutuskan
untuk menjadi Muslim,"
ujar Camilla.
Ia sempat mengenakan
jilbab, namun kini dia
tampil tanpa jilbab.
Namun ia mengaku makin
mantap dengan islam dan
tak pernah melalaikan
shalat.
Ia bersyukur menemukan
Islam. Ia bercerita, makin
kuat tekadnya memegang
teguh agamanya saat
menghadiri ulang tahun
temannya di sebuah bar,
saat itu ia tampil perjilbab.
"Saya berjalan, dengan
jilbab dan pakaian rapat
saya, melihat semua mata
menatap saya dan
beberapa yang mabuk
mengucapkan kata-kata
tak senonoh atau menari
secara provokatif. Untuk
pertama kalinya, saya
menyaksikan masa lalu
saya dengan sebelah mata
dan saya tahu, saya tak
akan pernah ingin kembali
pada kehidupan semacam
itu," ujarnya.
Ia menyatakan beruntung
menemukan "rute
penyelamatan diri"-nya,
Islam. "Ini saya yang
sesungguhnya: saya
bahagia berdoa lima kali
sehari, dan mengikuti
pengajian di masjid. Saya
tak lagi menjadi budak
dari masyarakat yang
rusak," ujarnya.

Tina Styliandou: Dulu Aku Diajari untuk Membenci Islam

Saya
lahir di Athena, Yunani,
dari orang tua penganut
Kristen Ortodok Yunani.
Keluarga ayah saya tinggal
di Istanbul, Turki, hampir
di seluruh hidup mereka.
Ayah pun lahir dan besar
di sana. Mereka keluarga
sejahtera, berpendidikan
baik dan seperti sebagian
besar Kristen Ortodok
yang tinggal di negara
Islam, mereka sangat
berpegang teguh dengan
ajaran agama.
Tiba masa ketika
pemerintah Turki
memutuskan menendang
mayoritas keturunan
Yunani keluar dari negara
itu dan menyita kekayaan,
rumah serta bisnis
mereka. Kondisi itu
memaksa keluarga ayah
saya kembali ke Yunani
dengan tangan kosong.
Ini yang dilakukan Muslim
Turki dan itu yang
mengesahkan, menurut
mereka, untuk membenci
Islam.
Keluarga Ibu saya tinggal
di sebuah pulau Yunani di
perbatasan antara Yunani
dan Turki. Selama
serangan Turki
berlangsung, Turki
menguasai pulau tersebut,
membakar rumah-
rumah. Demi
keselamatan, penduduk
pulau pun melarikan diri di
daratan utama Yunani.
Lebih banyak alasan lagi
untuk membenci Muslim
Turki.
Yunani, lebih dari 400
tahun dikuasai Turki.
Akhirnya kami, kaum
muda Yunani diajarkan
untuk meyakini bahwa
setiap kejahatan yang
dilakukan terhadap
Yunani, adalah tanggung
jawab Islam. Jadi, selama
beratus tahun kami diajari,
dalam buku-buku sejarah
dan agama, untuk
membenci dan
mengolok-olok agama
Islam.
Dalam buku kami, Islam
bukanlah sebuah agama
dan Rasul Muhammad
saw. bukanlah nabi. Ia
hanyalah seorang
pemimpin dan politisi
sangat cerdas yang
mengumpulkan aturan
dan hukum dari kitab
Yahudi dan Kristen. Lalu ia
menambahi dengan ide-
idenya sendiri dan
menguasai dunia.
Di sekolah, kami bahkan
diajari untuk mengolok-
olok dia, istrinya serta
sahabat-sahabatny.
Semua 'karikatur' dan
lelucon kasar
terhadapnya--yang
dipublikasikan di banyak
media saat ini--adalah
bagian dari pelajaran kelas
dan ujian kami!.
Alhamdulillah, Allah
melindungi hati saya dan
kebencian terhadap Islam
tak pernah memasuki
kalbu. Bantuan terbesar
bagi saya mungkin dari
dua orang tua yang
bukanlah sosok relegius.
Mereka jarang
mempraktekkan ritual
keagamaan dan hanya
datang ke gereja saat ada
pernikahan dan
pemakaman.
Alasan yang membuat
ayah saya menarik diri
dari agamanya ialah
korupsi yang ia saksikan
dilakukan para pendeta
setiap hari. Bagaimana
mungkin orang-orang ini
berkotbah tentang Tuhan
dan kebaikan tapi pada
saat bersamaan mencuri
dari dana gereja, membeli
vila dan memiliki mobil
Mercedes serta
menyebarkan gagasan
homoseksual di kalangan
mereka sendiri?
Apakah ini perwakilan
yang benar dari agama
yang akan memandu
kami, mengoreksi kami
dan mendekatkan kami
kepada Tuhan. Ayah saya
muak dengan mereka dan
itulah yang membuat ia
menjadi atheis. Gereja-
gereja pun mulai
kehilangan jemaat, paling
tidak di negara saya,
karena aksi para pendeta.
Tak Puas dengan
Keyakinan Awal
Sebagai remaja, saya
mencintai buku dan
membaca banyak. Saya
sendiri tidak pernah
benar-benar puas dengan
Kristen yang saya peluk.
Saya mempercayai
Tuhan, rasa takut dan
cinta kepadanya, namun
yang lain sungguh
membingungkan saya.
Saya mulau mencari
namun saya tak pernah
mencari dan memelajari
Islam. Mungkin karena
latar belakang pendidikan
saya bertentangan dengan
ajaran ini.
Namun alhamdulillah, Ia
mengasihi jiwa saya dan
memandu saya kepada
cahaya. Ia mengirimkan
ke hidup saya seorang
suami, lelaki Muslim yang
menumbuhkan cinta ke
dalam hati saya. Kami
saat itu menikah tanpa
memedulikan perbedaan
agama.
Suami saya selalu
bersedia menjawab
pertanyaan apa pun yang
terkait agamanya, tanpa
merendahkan keyakinan
saya--bagaimanapun
salahnya mereka. Ia tak
pernah menekan atau
bahkan meminta saya
untuk berpindah agama.
Setelah tiga tahun
menikah, memiliki
kesempatan mengenal
Islam lebih jauh dan
membaca Al Qur'an
langsung, dan juga buku-
buku agama lain, saya
pun meyakini tak ada
sesuatu yang bersifat
trinitas. Muslim meyakini
hanya Satu Tuhan yang
tak bisa disandingkan
dengan apa pun. Tidak
memiliki anak, pasangan
dan tidak ada sesuatu di
muka bumi yang berhak
disembah selain Dia. Tidak
ada satupun yang berbagi
keesaannya dengan-Nya
dan juga sifat-sifat-Nya.
Menjadi Muslim
Saya pun memeluk Islam.
Namun saya
menyembunyikan agama
baru dari orang tua,
teman-teman selama
bertahun-tahun. Kami
tinggal bersama di Yunani
tanpa pernah
meninggalkan ajaran
Islam dan sungguh luar
biasa sulit, hampir
mustahil.
Di kampung halaman
saya tidak ada masjid,
tidak ada akses ke studi
Islam, tidak ada orang
berdoa atau berpuasa,
atau seseorang
mengenakan jilbab.
Ada beberapa imigran
Muslim yang datang ke
Yunani untuk masa depan
keuangan lebih cerah.
Mereka membiarkan
kehidupan Barat menarik
dan mengorupsi mereka.
Hasilnya, mereka tak
mengikuti ajaran agama
dan mereka sepenuhnya
tersesat.
Suami dan saya harus
shalat dan berpuasa
mengikut kalender. Tidak
ada Adzhan dan tidak ada
komunitas Islam untuk
mendukung kami. Kami
merasa setiah hari
mengalami kemunduran.
Keyakinan kami melemah
dan gelombang menyeret
kami.
Ketika putri kami lahir,
kami memutuskan--demi
menyelamatkan jiwa kami
dan putri kami--
bermigrasi ke negara
Islam. Kami tidak ingin
membesarkan dia dalam
lingkungan Barat yang
bebas di mana ia harus
berjuang keras menjaga
identitas dan mungkin
berakhir tersesat.
Terimakasih Tuhan, ia
telah memandu kami dan
membawa kami
kesempatan untuk
bermigrasi ke negara
Islam, di mana kami
mendengar kalimat-
kalimat merdu Adhzan.
Kami pun dapat
meningkatkan
pengetahuan dan cinta
kami pada-Nya serta pada
Rasul Muhammad. saw.

Islam Membuat Heather Ramaha Merasa Lengkap

HAWAI--Kurang dari tiga
pekan setelah teroris
menghantam menara
kembar WTC, di New
York, Heather Ramaha,
berdiri di antara
sekelompok wanita di
masjid Manoa, Hawai,
yang mengikrarkan
Syahadat di dalam Bahasa
Arab. Ia bersaksi bawa
tiada tuhan selain Allah
dan Muhammad adalah
rasul Allah.
Beberapa pengelola
masjid di penjuru negara
mengatakan mereka
menyaksikan peningkatan
orang-orang yang beralih
memeluk Islam hingga
empat kali lipat.
Peningkatan itu justru
terjadi sejak tragedi 11
September terjadi, ketika
cerita tentang Islam
melompat, semula dari
halaman belakang
menjadi halaman depan di
seluruh dunia.
Kini Ramaha memasukkan
keyakinan Islamnya dalam
kehidupannya sebagai staf
Angkatan Laut (AL)
Amerika Serikat (AS) di
Pearl Harbor mulai Juli
2002. Ia tidak
mengenakan jilbab saat
bekerja sebagai ahli
kesehatan gigi, namun ia
mengaku akan
mengenakan penutup
rambut ketika memasuki
masjid.
Di awal-awal memeluk
Islam, ketika suaminya,
seorang Marinir, bertugas
jauh, ia mengaku belum
mampu melaksanakan
shalat lima waktu dalam
bacaan bahasa Arab
seluruhnya, tanpa
bantuan suaminya.
Namun salah satu yang
membuat Islam nyaman
baginya karena ia bisa
mempraktekan keyakinan
itu sesuai dengan
kemampuannya, tak
menuntut kesempurnaan
ketika ia masih
memelajarinya satu
persatu.
Suami Heather, Mike
adalah pria Palestina yang
terlahir sebagai Muslim
dan besar di San
Fransisco. Tapi, itu bukan
alasan yang membuat
Heather beralih ke Islam.
"Mike tak pernah sekalipun
membuat saya memeluk
Islam," ujar wanita
berusia 33 tahun itu. "Ia
mengatakan, jika kamu
ingin melakukan itu, kamu
sendiri yang harus
mencari tahu, namun apa
pun pilihanmu, aku akan
tetap mencintaimu," tutur
Heather.
Setelah memeluk Islam,
langkah Heather berikut
adalah mencari cara untuk
menerangkan keyakinan
barunya kepada
keluarganya di California.
Ia menyadari, hampir
seluruh informasi tentang
Islam datang dari film-film
di TV, salah satunya ia
ingat berjudul "Tidak
Tanpa Putriku". Film itu
berkisah tentang seorang
wanita Amerika, suami
asal Iran yang aniaya dan
pertengkaran terus
menerus atas anak
mereka.
"Sebelumnya saya tak
bisa menemukan cara
untuk memberi tahu
mereka tanpa membuat
gusar," ujarnya. "Saya di
awal belum bisa memberi
tahu ayah. Saya katakan
bahwa saya pergi ke
masjid, namun belum
mengatakan bila saya
telah beralih ke Islam,"
kenang Heather.
Kadang ia pun ditanya
mengapa ia memilih
agama yang dipandang
sebagian orang menekan
wanita. Menjawab jenis
pertanyaan itu, ia
mengatakan orang-orang
kerap mencampurkan
agama dengan tradisi
budaya mereka. "Besar di
AS, keyakinan Islam tidak
bercampur dengan
budaya seperti di Timur
Tengah misal," ujarnya.
Heather adalah yang
pertama dalam keluarga
bergabung dengan gereja.
Pada usia 5 tahun ia
berteman dengan seorang
putri pastor, lalu menjadi
pengikut Kristen. Seluruh
keluarganya bergabung
dengannya kemudian.
Hingga kini ibunya masih
rajin pergi ke gereja.
Namun Heather, ia
mengaku selalu berjuang
memahami pandangan
Kristen terhadap Trinitas
Suci. Akhirnya pada Maret
2001 ia mengambil kelas
agama dunia secara online
dari Universitas California.
"Saya telah menjadi
pemeluk Kristen selama 18
tahun," aku Heather..
"Namun saya
menemukan banyak
lubang dalam agama itu.
(Islam) justru membuka
begitu banyak gagasan
kebenaran. Saya
merasakan di hati saya ini
adalah agama yang benar
untuk saya," ungkapnya.
Sebagai langkah lanjutan,
ia mengambil kelas
perkenalan terhadap Islam
di Hawai'i setelah tragedi
11 September. Ia pun
mulai membaca Al Qur'an
dan menemukan
semacam 'klik' dalam
hatinya. Ia pun memeluk
Islam segera setelah itu.
"Saya selalu merasa ada
yang menarik saya di luar
sana, bila tidak saya ikuti,
justru timbul
kekosongan," tuturnya.
"Satu-satunya hal yang
membuat saya lengkap
ketika saya memiliki
agama, Satu Tuhan untuk
saya sembah, di mana
saya bisa berdoa, kepada-
Nya."

Jumat, 31 Desember 2010

Sepenggal Kisah Pram dan Blora

SASONO Lalit, sebuah
makam yang terletak
persis di samping
Taman Makam
Pahlawan Wira Bhakti,
Blora. Nama kompleks
pemakaman tersebut
tertera di bagian atas
gerbang yang terbuat
dari teralis dengan huruf
Jawa kuno
(Hanacaraka). Dahulu,
kompleks pemakaman
tersebut dikenal
sebagai makam para
priyayi Blora.
Kendati kompleks
pemakaman itu
digunakan untuk
pemakaman para
priyayi Blora, namun tak
semua yang
dimakamkan di situ
adalah priyayi. Di sana,
ada juga sembilan
makam yang dari
keluarga sederhana.
Sembilan makam itu
adalah Satimah serta
suaminya, yaitu Mbah
Kromo (putra), Mastoer
dan istrinya Siti Saidah
(Oemi Saidah), Kun
Maryatun, Susanti,
Busono, Jayusman, dan
Imam Barzah.
Mereka adalah keluarga
besar Pramoedya
Ananta Toer (Pram).
Mastoer adalah bapak
dari sastrawan
legendaris asal Blora,
sedangkan Siti Saidah
yang dikenal juga
dengan Oemi Saidah
merupakan Sang
Ibunda. Kun Maryatun
dan Susanti, keduanya
adik Pramoedya, sedang
Busono adalah
keponakan Pram dari
adiknya yang bernama
Oemi Syafaatun.
Jayusman merupakan
suami dari Kun
Maryatun, yang berarti
adik ipar penulis Bumi
Manusia, sedang Imam
Barzah adalah Mastoer
yang dulu pernah
menjadi kepala sekolah
di Sekolah Teknik (ST)
zaman dulu. Lalu, siapa
Satimah dan Mbah
Kromo?
Satimah barangkali tak
banyak yang tahu
tentang nama ini.
Namun, bagi pecinta
karya-karya Pramoedya
Ananta Toer, Satimah
bukanlah sosok yang
asing. Dialah Si Gadis
Pantai, yang
dimaksudkan Pram
dalam salah satu cerita
bersambungnya
dengan judul yang
sama, "Gadis Pantai".
"Gadis Pantai",
merupakan roman yang
dipersembahkan oleh
Pramoedya untuk nenek
kandungnya, yang
berasal dari sebuah
kampung nelayan di
Rembang, Jawa Tengah.
Neneknya menikah
dengan salah seorang
penghulu di Rembang
bernama H Ibrahim.
Namun, hanya sebagai
istri ampil dan dipaksa
meninggalkan rumah
Sang Suami, tak lama
setelah melahirkan
anaknya.
Soesilo Toer, salah satu
adik Pram menuturkan,
neneknya tersebut
adalah seorang
perempuan cantik,
berkulit kuning langsat,
kulitnya juga lembut,
dan bola matanya
berwarna biru. "Saya
masih ingat sama
nenek saya. Beliau orang
yang sangat gemati dan
sayang sama cucunya,"
katanya kepada Suara
Merdeka CyberNews,
Kamis (30/12).
Tak Disengaja
Sewaktu diminta
meninggalkan rumah
suaminya, Sang Nenek
tidak lantas pergi begitu
saja, karena kasihan
dan sangat sayangnya
kepada Si Buah Hati.
"Ceritanya waktu itu
nenek atau Gadis Pantai
itu selalu berkeliling
secara diam-diam,
untuk mencari tahu
kondisi anaknya. Namun
karena dari hari ke hari
ia juga membutuhkan
hidup, akhirnya pergi
mencari pekerjaan
berkelana dari kota ke
kota. Ia juga butuh
makan," terangnya.
Dalam perantauannya,
Gadis Pantai sampai di
Surabaya untuk bekerja.
Di Surabaya itu juga, dia
bertemu dengan
seorang lelaki yang
dikenal dengan Mbah
Kromo, dan kemudian
mengajaknya menikah.
Mulanya Satimah, Si
Gadis Pantai itu
menolak. Namun, Kromo
mengancam, hingga
akhirnya Satimah pun
tidak mampu menolak
ajakannya untuk
menikah.
Kromo dan Satimah
kemudian menikah.
Setelah pernikahan,
Satimah diboyong ke
Blora dan menetap di
Kunden. "Perkawinan
dengan Mbah Kromo,
Satimah dikarunia anak
bernama Satari," jelas
Soesilo Toer.
Di Blora, Satimah yang
kemudian dikenal pula
dengan Mbah Kromo
(putri) bekerja berjualan
barang-barang bekas.
Namun, dari profesinya
tersebut lah, akhirnya
Gadis Pantai ini
menemukan
kebahagiaan yang luar
biasa. Di kota inilah, ia
bertemu dengan
anaknya, yaitu Siti
Saidah atau Oemi
Saidah, yang kelak
menjadi ibu dari
Pramoedya Ananta
Toer dan adik adiknya,
dari pernikahannya
dengan Mastoer.
Pertemuan Gadis Pantai
dengan ibu Oemi Saidah
tidaklah disengaja.
"Suatu hari Gadis Pantai
mendengar ada priyayi
yang bangkrut. Ia
mencoba
mendatanginya,
barangkali ada yang bisa
dibeli untuk dijual
kembali. Namun tak
disangka, si tuan
rumah itu adalah
putrinya sendiri, yang
terpaksa
ditinggalkannya karena
ia diusir suaminya yang
berniat menikah lagi
dengan seorang gadis
dari Demak," ujar
Soesilo Toer yang juga
sudah menulis sejak
kecil.
Gadis Pantai. Dia
tidaklah sekadar kisah
dalam roman Pram yang
kisahnya melegenda
dan banyak dibaca oleh
pecinta sastra dari
banyak negara di dunia.
Tetapi ia sekaligus
nenek dari Pramoedya
dan adik-adiknya. Oemi
Saidah, putri Gadis
Pantai, adalah ibu
Pramoedya dan adik-
adiknya.
Oemi Saidah menikah
dengan Mastoer, sosok
yang cukup dikenal
jasanya di dunia
pendidikan. Ia adalah
kepala sekolah di
sekolah Boedi Oetomo
(BO) di Blora yang
didirikan langsung oleh
Dr Soetomo pada 1917,
yang sebelumnya
sempat mengajar di
Rembang.

Virus Serang Telepon Android di Cina

   Sebuah virus
menyasar telepon-telepon pintar (smartphone) di Cina yang menggunakan sistem operasi Android milik Google Inc's. Menurut peneliti
keamanan, virus tersebut dianggap terumit yang mengincar telepon
seluler hingga saat ini.

   Perusahaan anti-virus Lookout Mobile Security memperkirakan jumlah telepon yang terinfeksi virus bernama Geinimi tersebut mencapai puluhan ribu sampai ratusan ribu. Para peneliti mengatakan virus tersebut belum menciptakan kerusakan.

   Mereka pun belum mengetahui pasti apakah pembuat virus
tersebut mengincar sesuatu.
"Kami belum mengetahui secara pasti apa
tujuan virus itu," ujar Kevin Mahaffey, Chief
Technology Officer Lookout. "Itu bisa jadi
berasal dari sebuah jaringan periklanan jahat
atau pun sebuah usaha untuk menciptakan
botnet."

   Botnet adalah sekumpulan komputer yang
pengelolanya bisa berkompromi soal
pencurian identitas yang biasa digunakan
untuk menyerang dengan tujuan mematikan
situs-situs internet.
Munculnya Geinimi memicu kekhawatiran para
peretas mulai mengalihkan fokus dari
menyerang PC ke serangan terhadap telepon
seluler atau komputer tablet. Sebab, penjualan
telepon seluler ataupun komputer tablet
melonjak sehingga para pengguna
menyimpan data di piranti tersebut.
Menurut para peneliti dari Lookout and
Symantec Corp, telepon-telepon tersebut
terjangkiti Geinimi ketika pengguna
mengunduh aplikasi software yang telah
dipaket ulang termasuk di dalamnya virus itu.

Lima Gadget Gagal di Tahun 2010

BANYAK gadget yang
diproduksi ternyata tak
hanya laris manis di
pasar elektronik, namun
beberapa juga
mengalami kegagalan.
Meski para produsen
telah berusaha
memberikan yang
terbaik, namun karena
beberapa faktor
membuat beberapa
gadget gagal terjual di
pasaran dan
mengecewakan
penggunanya.
Berikut lima gadget
yang mengalami masa
suram di tahun 2010:
1. Ponsel Microsoft
Kin. Microsoft yakin
peluncuran ponselnya ini
akan digemari kaum
muda karena mudahnya
mengakses situs
jejaring sosial, seperti
Facebook dan Twitter.
Namun tanpa alasan
jelas, peredarannya
macet dan Microsoft
terpaksa mendiskon
harganya. Tentu sebuah
pelajaran berharga bagi
Microsoft yang
mencoba bermain di
arena ponsel.
2. Toshiba Folio.
Tablet memang sedang
menjadi tren di pasar
elektronik. Hal ini
membuat banyak
produsen selain Apple
bersaing menciptakan
produk tablet unggulan
mereka dengan
platform Android.
Sayangnya, Toshiba
Folio belum mampu
menandingi kecanggihan
iPad atau Galaxy Tab
milik Samsung. Banyak
konsumen mengeluhkan
kelemahan produk ini
dan memilih
mengenbalikannya ke
toko.
3. Palm Pre 2.
Kolaborasi antara HP
dan WebOS ini dinilai
kurang laris karena
teknologi yang
disematkan pada
produk ini sudah
ketinggalan jaman, baik
dari segi hardware
maupun software.
4. ViewSonic ViewPad
10. Inilah tablet Android
lain yang gagal memikat
konsumen. Meski
menawarkan
kemampuan dual booth
OS ((Windows 7-
Android), tablet ini
dianggap masih
memakai versi Android
1.6 alias Donut, sedang
Windows 7 tidak cocok
diaplikasikan untuk layar
sentuhnya.
5. Televisi 3D. Ini tidak
spesifik mengarah pada
salah satu merek
televisi 3D, namun
secara keseluruhan.
Produk yang tergolong
canggih ini masih
dianggap mahal oleh
sebagian masyarakat.
Untuk menikmati efek
3Dnya, pengguna
membutuhkan
kacamata sebagai alat
bantu yang kurang
nyaman digunakan
terlalu lama, juga
kontennya masih
sangat jarang.

Minggu, 26 Desember 2010

Terowongan KA Terpanjang di Dunia

KEMACETAN adalah
salah satu masalah di
banyak negara, baik
negara maju maupun
tertinggal. Itu terjadi
karena pertambahan
penduduk yang diikuti
pertambahan
kendaraan, tetapi tak
diikuti pertambahan
prasarana jalan
memadai. Kemacetan
seakan-akan telah
menjadi santapan
sehari-hari masyarakat
di berbagai kota besar.
Di negara berkembang
seperti Indonesia pun,
kemacetan sudah
menjadi problem
keseharian. Selama lebih
dari satu dasawarsa
masyarakat, khususnya
di Jakarta, tak pernah
bisa mengatasi
kemacetan yang
menjadi-jadi. Padahal,
solusinya sebenarnya
cukup mudah, yaitu
pemerintah
menyediakan mass
rapid transportation
(MRT). Memang sudah
ada bus Transjakarta.
Namun karena
kemacetan tak teratasi
juga, berarti keberadaan
bus itu sebagai MRT
belum efektif.
Mungkin pemerintah
kita bisa meniru
keseriusan Pemerintah
Swiss dalam mengatasi
kemacetan. Baru-baru
ini, Pemerintah Swiss
membangun
terowongan kereta api
(KA) terpanjang di dunia
untuk mengakomodasi
mobilitas warga.
Kemacetan di Swiss
sebenarnya hanya
terjadi di jalan-jalan
untuk akses ke luar
kota. Di dalam kota,
masyarakat tak
mengalami kemacetan
karena tersedia MRT
yang efektif.
Permasalahan timbul di
Swiss karena jalan
berkelok kelok, terjal,
dan berbahaya karena
negara itu terletak di
dataran tinggi. Dengan
keadaan seperti itu,
Pemerintah Swiss
mempunyai gagasan
cerdas membangun
terowongan KA untuk
sarana angkutan
massal menembus
Pegunungan Alpen.
Semula Cuma 16 Km
Pada awal
pembangunan, tahun
1982, panjang
terowongan itu hanya
16 km. Namun seiring
dengan pertambahan
penduduk dan mobilitas
yang meninggi, tahun
1994 pemerintah
menyetujui kembali
membangun
terowongan lebih
panjang.
Pembangunan
terowongan itu untuk
mengurangi truk yang
melintas di sekitar
Pegunungan Alpen yang
terus bertambah.
Pemerintah Swiss
merasa perlu
mengurangi kendaraan
bermotor yang melintas
di sekitar pegunungan
itu, terutama truk
pengangkut barang.
Dengan membangun
terowongan itu
diharapkan sarana
angkutan yang
sebelumnya
menggunakan truk,
dapat beralih ke KA
sehingga polusi di
sekitar Pegunungan
Alpen dapat ditekan.
Langkah itu untuk
mempertahankan
kelestarian lingkungan.
Biaya untuk
megaproyek itu sekitar
Rp 90 triliun. Biaya
sebesar itu memang
pantas untuk
mengatasi masalah
kemacetan di Swiss.
Pemilih Swiss
membiayai proyek itu
dengan membayar
1.300 dolar AS per
orang. Masyarakat
menyetujui
pembangunan
terowongan itu melalui
berbagai referendum
sekitar 20 tahun lalu.
Pertengahan Oktober
lalu, terowongan
sepanjang 57 km yang
bernama Gotthard Base
Tunnel berhasil
menembus Pegunungan
Alpen dan diperkirakan
selesai sepenuhnya
tahun 2017. Itulah
terowongan terpanjang
di dunia, mengalahkan
terowongan bawah laut
Seikan Tunnel di Jepang.
Proses pembangunan
terowongan itu tidak
main-main karena
memakan waktu 16
tahun hanya untuk
menembus Pegunugan
Alpen. Terowongan
dibuat sedemikian rupa
sehingga jika terjadi
sesuatu yang tak
diinginkan dapat
dilakukan evakuasi.
Selain itu, untuk
menghindari penundaan
karena kereta saling
tunggu di terowongan
sepanjang 57 km itu
dibuatlah jalur ganda.
Dua Cara Pengeboran
Pengeboran dilakukan
dengan dua cara, yaitu
peledakan dengan
dinamit untuk batuan
sangat keras dan
pengeboran untuk
tanah standar.
Berat mesin bor 3.000
ton dengan panjang 396
m. Mesin pengebor
dapat mengebor
sepanjang 25-30 m per
hari. Perlu empat mesin
pengebor untuk
mengebor terowongan
yang dilakukan dari
kedua sisi. Memerlukan
sama-sama 25 pekerja
yang bekerja secara
bergiliran untuk
mengoperasikan mesin
bor raksasa itu.
Setiap hari butuh enam
jam untuk mengecek
mesin bor karena
getaran keras yang
ditimbulkan dapat
menyebabkan beberapa
bagian dari alat itu
rusak. Setiap hari 7.000
ton batu dikeruk.
Bebatuan itu dibor dan
disalurkan melalui
conveyor di belakang
mata bor. Seperempat
bagian bebatuan yang
digali untuk menambal
terowongan.
Pengeboran bisa sangat
berbahaya bagi pekerja
karena suhu udara di
dalam terowongan bisa
mencapai 50 derajat
Celcius. Untuk
mengatasi temperatur
udara yang tinggi di
dalam terowongan
dibangun lubang
ventilasi sepanjang 15
km. Lubang ventilasi itu
akan mempertahankan
suhu udara dalam
keadaan normal dan
menjaga kelembapan
udara di dalam
terowongan.
Diameter terowongan
antara 8,8 m dan 9,5 m.
Dengan diameter
sebesar itu,
terowongan dapat
memuat KA bermuatan
dua kali lipat dari
muatan standar. Untuk
mempercepat waktu
pembangunan, empat
terowongan akses
dibangun sehingga
pembangunan bisa
dimulai bersamaan di
empat lokasi berbeda.
Sebanyak 459 juta m3
bebatuan dikeruk dari
dalam Pegunungan
Alpen. Itu cukup untuk
mengisi 13 gedung
Empire State Building di
New York, AS.
Selanjutnya, bebatuan
itu untuk
mengembalikan Danau
Alpine yang telah
dikeruk. Untuk
membangun
terowongan itu
dipekerjakan 2.500
orang.
Selama 14 tahun, mesin
pengebor mengeruk
gunung dari Erstfeld di
utara ke Bodio di
selatan. Pengerukan
terakhir selesai pada 15
Oktober lalu.
Selanjutnya, proses
penyelesaian
dijadwalkan rampung
Desember 2017.
Jika selesai, kelak,
waktu tempuh antara
kota Zurich di Swiss dan
Milan di Italia sejauh 216
km hanya sekitar satu
jam. Menurut rencana,
KA penumpang yang
melintas di terowongan
ini akan berkecepatan
250 km/jam, sedangkan
KA barang 160 km/jam.
Ketika terbuka untuk
lalu lintas tahun 2017,
Gotthard Base Tunnel
akan menggantikan
rekor Jepang dengan
Seikan Tunnel
sepanjang 53,9 km
sebagai terowongan
terpanjang di dunia,
termasuk saluran air,
dan memungkinkan
jutaan ton lebih barang
yang akan diangkut
dengan cepat melalui
Pegunungan Alpen.
Swiss, negara seluas
hanya 42 km2 dan
berpenduduk 7,2 juta
orang, telah melakukan
langkah berani untuk
membangun
terowongan terbesar.
Bagaimana dengan
Indonesia?

10 Letusan Gunung Terdahsyat

SELAMA ini tercatat ada
10 letusan terdahsyat
gunung berapi
sepanjang masa yang
menimbulkan dampak
terbesar, baik secara
ekologis, geologis,
maupun terhadap
peradaban pada
masanya. Ternyata lima
di antara ke-10 gunung
itu berada di Indonesia.
Letusan superdahsyat,
yang menduduki
peringkat pertama,
adalah letusan Gunung
Toba di Sumatera
Utara.
Ya, kajian
palaeogeografi ahli asal
AS memperlihatkan
temuan terkini tentang
letusan dahsyat Gunung
Toba di Sumatera yang
menyajikan bukti tak
terbantahkan betapa
letusan megakolosal
gunung berapi zaman
purbakala, 73.000 tahun
silam, itu berdampak
luar biasa. Antara lain,
memusnahkan
kawasan hutan di anak
benua India yang
terpisah sejauh 3.000
mil dari pusat letusan,
yang kini menjadi Danau
Toba.
Bukti riset mencakup
debu sampel penelitian
di lokasi daratan India,
Samudra Hindia, Teluk
Benggali, dan Laut China
Selatan dari letusan
yang diperkirakan
melontarkan material
dan debu vulkanis 800
km3 ke atmosfer dan
membuat gunung berapi
zaman purbakala itu
lenyap. Kini, yang
tertinggal adalah kawah
yang menjadi Danau
Toba dengan panjang
100 km dan lebar 35 km.
Itulah bukti peninggalan
danau vulkanis terbesar
sejagat.
Kedahsyatan dampak
letusan Toba membuat
partikel debu di lapisan
atmosfer menghalangi
sinar matahari ke bumi
serta memantulkan
kembali panas radiasi
selama enam tahun
yang serta merta
memunculkan ìzaman
es instanî di bumi.
Berdasar analisis
penelitian lapisan es di
Greenland, zaman es
masa itu berlangsung
1.800 tahun.
Jika ditelaah berdasar
data skala Volcanic
Explosivity Index (VEI)
yang dipergunakan
United States Geological
Survey (USGS), letusan
luar biasa Gunung Toba
zaman purbakala itu
diklasifikasikan kategori
VEI:8. Itulah letusan
megakolossal, yang
antara lain dicirikan dari
besaran volume
lontaran material
vulkanis letusan sekitar
1.000 km3.
Letusan Toba
berdampak terhadap
proses evolusi manusia
di bumi, meski soal itu
masih jadi kontroversi di
kalangan ilmuwan. Prof
Ambrose berpegang
pada kajian risetnya
yang dipublikasikan
dalam jurnal ilmiah
Journal of Human
Evolution (1998), yang
meyakini letusan Toba
dan kemunculan zaman
es sesudahnya
menimbulkan
keragaman genetika
relatif berkurang
sebagaimana pada
manusia modern
sekarang ini. Bahkan
disebutkan, peristiwa
luar biasa itu nyaris
memunahkan manusia
dari muka bumi.
Sapu 50% Populasi
Peringkat kedua adalah
letusan Gunung Laki.
Gunung berapi di Islandia
itu tertidur sejak
meletus kali terakhir
secara sangat dahsyat
tahun 1783. Dengan
ketinggian 1.725 m,
letusan gunung itu
menyebabkan
kerusakan di seluruh
negara, membunuh di
atas 50% populasi
makhluk hidup di
Islandia dengan awan
belerang dan fluorine
beracun.
Kelaparan jadi penyebab
kematian 25% populasi.
Air mancur lahar
memancar setinggi
1.400 m. Seluruh dunia
merasakan akibat
letusan itu. Awan
beracun menyebar
hingga ke Eropa,
menutupi langit di bumi
bagian utara yang
menyebabkan musim
dingin datang lebih awal
di Inggris dan
membunuh 8.000 orang.
Di Amerika Utara,
musim dingin 1784 jadi
musim dingin
terpanjang dan paling
dingin. Lebih banyak
salju di New Jersey,
Sungai Mississippi
membeku di New
Orleans, dan ditemukan
es di Teluk Mexico.
Gunung Vesuvius ada
papada peringakt
ketiga, meski nomor
dua dalam
“ kekejaman”, karena
menyebabkan kematian
25.000 nyawa. Letusan
mahadahsyat tahun 79
SM telah mengubur kota
Pompeii dengan
muntahan isi perut 20
jam nonsetop. Sejak
saat itu, Vesuvius
meletus lusinan kali dan
terakhir tahun 1944
membinasakan
kehidupan di beberapa
desa di dekatnya.
Gunung Tambora yang
menduduki posisi
keempat merupakan
gunung api aktif dari
130-an gunung api di
Indonesia. Gunung
raksasa setinggi 4.300
m itu “melakukan”
serangkaian letusan
sejak April hingga Juni
1815 yang
mengguncangkan dunia.
Letusan itu mengubah
stratosfer dan
menyebabkan kelaparan
hingga ke AS dan Eropa
abad ke-19.
Batu merah berpijar
menghujani angkasa
ketika gunung itu
meletus. Lahar panas
dan awan beracun
membinasakan
tumbuhan di pulau
tempat gunung itu
berada. Secara
keseluruhan, lebih dari
71.000 orang tewas
karena terbakar,
kelaparan, atau
keracunan. Letusan
Tambora di Nusa
Tenggara itu termasuk
skala VEI:7, lebih besar
dari letusan dahsyat
Krakatau tahun1883
yang berskala VEI:6.
Kalahkam Bom Atom
Posisi kelima ditempati
Gunung Krakatau, pulau
vulkanis di Selat Sunda.
Agustus 1883, gunung
itu meledak dengan
kekuatan 13.000 kali
lebih besar daripada
bom Hiroshima sehingga
terdengar hingga ke
Perth, Australia.
Muntahan lebih dari 21
km3 batu dan debu
membubung setinggi 70
mil. Lebih dari 37.000
orang tewas. Namun
korban bisa lebih banyak
karena tsunami yang
ditimbulkannya.
Gunung Pelee pada
posisi keenam berada di
Martinique, Prancis,
yang meletus tahun
1902. Itulah letusan
terbesar pada abad
ke-20 yang
menewaskan lebih dari
30.000 orang. April 1902,
terjadi letusan kecil
beruntun yang hanya
mengeluarkan asap,
belerang, dan debu. Baru
pada 8 Mei 1902 terjadi
letusan besar, dengan
air mancur lahar
menyala dan awan
beracun meluncur deras
dengan kecepatan 600
mil per jam. Dengan
temperatur 1.075
derajat, lahar
mendidihkan kota St
Pierre di bawahnya.
Kota terbakar berhari-
hari dan hanya dua
orang yang selamat.
Jauh sebelumnya, tahun
1595, Nevado Del Ruiz,
Kolumbia, meletus
sehingga menyebabkan
635 orang mati. Letusan
berdampak besar
ketujuh itu
menumpahkan lumpur
mendidih ke Sungai Guali
dan Lagunillas. Dan,
letusan tahun 1845
membuat lebih dari
1.000 orang tewas. Kota
Armero yang dibangun
di atas magma yang
mengering telah
kehilangan hampir
seluruh populasi
penduduk, ketika
tahun1985 letusan
gunung itu mengalirkan
lahar berkecepatan 40
mil per jam dan
mengubur kota. Lebih
dari 23.000 orang
tewas.
Posisi kedelapan adalah
Unzen di Kyushu,
Jepang. Gunung setinggi
1.500 m itu masih aktif
hingga kini. Tahun1792
beberapa kubah lahar
roboh, menyebabkan
tsunami yang
membunuh lebih dari
15.000 orang. Letusan
tahun 1991 membunuh
lebih dari 40 orang dan
menyebabkan
bangunan-bangunan di
sekitarnya rusak parah.
Berikutnya Gunung Kelud
di Jawa Timur sejak
abad ke-15 telah
memakan korban lebih
dari 15.000 jiwa.
Letusan gunung itu
tahun 1586 merenggut
korban lebih dari 10.000
jiwa. Sistem untuk
mengalihkan aliran lahar
telah dibuat secara
ekstensif tahun 1926
dan masih berfungsi
hingga kini, setelah
letusan tahun 1919
memakan korban ribuan
jiwa akibat banjir lahar
dingin menyapu
permukiman.
Terakhir, Papandayan
— gunung berapi
semiaktif di Pulau Jawa
itu, tahun 1772,
meletus dan
menghancurkan 40
desa. Lebih dari 3.000
orang mati. Gunung itu
diperkirakan masih
sangat berbahaya dan
terus mengeluarkan
asap dan letusan tahun
1923, 1942, dan terus
meningkatkan kekuatan
tahun 2002.

Black Hole yang Misterius

SAMPAI saat ini, lubang
hitam (black hole) masih
dipandang satu-satunya
objek astronomik paling
misterius karena tak
bisa diamati secara
langsung melalui
teleskop optik
tercanggih sekalipun.
Sebab, semua materi,
termasuk cahaya, akan
tersedot dan tak bisa
lepas dari
permukaannya.
Lubang hitam diyakini
terlahir ketika bintang
bermassa besar (10-15
kali massa matahari)
menjalani akhir hayat
sebagai bintang
meledak yang dahsyat
(supernova). Lubang
hitam hasil kematian
sebuah bintang
dinamakan lubang hitam
bintang (stellar black
hole). Pengamatan para
astronom dengan
teleskop modern
dewasa ini
mengindikasikan
keberadaan lubang
hitam maharaksasa
bermassa jauh lebih
besar dari sebuah
bintang. Lubang hitam
itu diperkirakan
bermassa miliaran
massa bintang dan
disebut lubang hitam
supermasif.
Eksistensi lubang hitam
di alam semesta
diprediksi
matematikawan
Jerman, Karl
Schwarzshild, tahun
1916. Dia menggunakan
Teori Relativitas Umum
yang dicetuskan Albert
Einstein tahun 1915
untuk menghitung
solusi medan gravitasi
berupa titik massa.
Namun Schwar-zshild
tak begitu yakin
solusinya itu punya
makna fisis atau bisa
ditemukan di alam.
Teka-teki solusi
Schwarzschild terkuak
setelah ditemukan
objek pemancar sinar X
kuat dari kedalaman
antariksa tahun 1960-
an. Menurut teori evolusi
bintang, sumber radiasi
sinar X itu membuktikan
keberadaan objek
sangat mampat seperti
bintang neutron atau
lubang hitam.
Istilah lubang hitam kali
pertama diperkenalkan
John A Wheeler tahun
1967 untuk melukiskan
kondisi kelengkungan
ruang-waktu di sekitar
benda bermassa
dengan medan gravitasi
sangat kuat. Menurut
Teori Relativitas Umum,
kehadiran massa akan
mendistorsi ruang dan
waktu.
Dalam bahasa
sederhana, kehadiran
massa akan
melengkungkan ruang
dan waktu di
sekitarnya.
Ilustrasi yang acap
dipakai memperagakan
kelengkungan ruang di
sekitar benda bermassa
adalah dengan lembaran
karet elastis untuk
mendeskripsikan ruang
tiga dimensi ke ruang
dua dimensi. Bila kita
menggelindingkan bola
pingpong di atas
hamparan lembaran
karet itu, bola bergerak
lurus dengan hanya
memberi sedikit
tekanan pada lembaran
karet.
Sebaliknya, bila kita
letakkan bola biliar
bermassa lebih besar
(masif), lembaran karet
melengkung dengan
cekungan di pusat yang
ditempati bola biliar itu.
Makin masif bola kian
besar tekanan yang
diberikan dan kian dalam
pula cekungan pusat
yang dihasilkan pada
lembaran karet.
Gerak bumi dan planet-
planet lain dalam tata
surya mengorbit
matahari sebagai hasil
kerja gaya gravitasi,
sebagaimana dibuktikan
Isaac Newton tahun
1687 dalam Principia
Mathematica. Melalui
persamaan matematika
yang menjelaskan
hubungan antara
kelengkungan ruang dan
distribusi massa,
Einstein ingin memberi
gambaran tentang
gravitasi yang berbeda
dari pendahulunya itu.
Bila sekarang kita
menggelindingkan bola
yang lebih ringan di
sekitar bola yang masif
pada lembaran karet,
bola yang ringan tak lagi
mengikuti lintasan lurus
sebagaimana
seharusnya, tetapi
mengikuti kelengkungan
ruang yang terbentuk di
sekitar bola yang lebih
masif. Cekungan yang
dibentuk berhasil
“ menangkap” benda
bergerak lain sehingga
mengorbit benda pusat
yang lebih masif. Itulah
deskripsi yang sama
sekali baru tentang
penjelasan gerak
mengorbit planet-planet
di sekitar matahari
dalam relativitas umum.
Dalam kasus lain, bila
benda bergerak menuju
ke pusat cekungan,
benda itu akan tertarik
ke arah benda pusat.
Itu juga memberi
penjelasan tentang
fenomena jatuhnya
meteoroid ke matahari,
bumi, atau planet-
planet lain.
Jari-jari Schwarzschild
Dengan memakai
persamaan
matematisnya untuk
sembarang benda
berbentuk bola sebagai
solusi eksak atas
persamaan medan
Einstein, Schwarzschild
menemukan suatu
kondisi kritis yang
hanya bergantung pada
massa benda itu. Bila
jari-jari benda (bintang
misalnya) mencapai
harga tertentu,
kelengkungan ruang-
waktu jadi sedemikian
besar sehingga tak ada
satu materi pun dapat
lepas dari permukaan
objek itu, termasuk
cahaya. Jari-jari kritis itu
sekarang dikenal
sebagai jari-jari
Schwarzschild, yang
besarnya dapat dihitung
dengan rumus 2GM/r
kuadrat. G adalah
tetapan gravitasi 6.673
X 10-11 -Newton m2/
detik kuadrat, C
kecepatan cahaya
299.792.4580 m/detik,
dan M massa benda.
Bintang masif yang
mengalami keruntuhan
gravitasi sempurna
seperti itu, untuk kali
pertama disebut lubang
hitam.
Untuk menjadi lubang
hitam, menurut
persamaan
Schwarzschild, matahari
kita yang berjari-jari
sekitar 696.000 km
harus dimampatkan
hingga berjari-jari 2,5
km. Namun matahari
kita tak akan menjadi
lubang hitam di kelak
kemudian hari. Sebab,
massa matahari tak
melebihi batas
penghamburan materi,
yakni 1,44 kali massa
matahari kita. Jadi
matahari kita tak
memenuhi syarat
menjadi lubang hitam.
Yang paling mungkin,
pada suatu saat kelak,
matahari kita menjadi
bintang katai atau kerdil
putih.
Meski persamaan
Schwarzschild mampu
menjelaskan
keberadaan lubang
hitam, banyak ilmuwan
kala itu, termasuk
Einstein, memandang
sebelah mata hasil
Schwarzschild. Mereka
menganggap
persamaan
Schwarzschild sebagai
enigma matematis
belaka, tanpa kehadiran
makna fisis. Namun
belakangan terbukti,
keadaan ekstrem yang
ditunjukkan persamaan
Schwarzschild sekaligus
model yang diajukan
dua fisikawan AS,
Robert Oppenheimer
dan Hartland Snyder,
tahun 1939 yang
berangkat dari
perhitungan
Schwarzschild, berhasil
ditunjukkan dalam
simulasi komputer.

Keris Mpu Gandring

Keris Mpu Gandring
adalah senjata pusaka
yang terkenal dalam
riwayat berdirinya
Kerajaan Singhasari di
daerah Malang, Jawa
Timur sekarang. Keris ini
terkenal karena
kutukannya yang
memakan korban dari
kalangan elit Singasari
termasuk pendiri dan
pemakainya, ken Arok.
Keris ini dibuat oleh
seorang pandai besi
yang dikenal sangat
sakti yang bernama
Mpu Gandring, atas
pesanan Ken Arok,
salah seorang tokoh
penyamun yang
menurut seorang
brahmana bernama
Lohgawe adalah titisan
wisnu. Ken Arok
memesan keris ini
kepada Mpu Gandring
dengan waktu satu
malam saja, yang
merupakan pekerjaan
hampir mustahil
dilakukan oleh para
"mpu" (gelar bagi
seorang pandai logam
yang sangat sakti) pada
masa itu. Namun Mpu
Gandring
menyanggupinya
dengan kekuatan gaib
yang dimilikinya. Bahkan
kekuatan tadi
"ditransfer" kedalam
keris buatannya itu
untuk menambah
kemampuan dan
kesaktian keris
tersebut.
Setelah selesai menjadi
keris dengan bentuk
dan wujud yang
sempurna bahkan
memiliki kemampuan
supranatural yang
konon dikatakan
melebihi keris pusaka
masa itu. Mpu Gandring
menyelesaikan
pekerjaannya membuat
sarung keris tersebut.
Namun belum lagi
sarung tersebut selesai
dibuat, Ken Arok datang
mengambil keris
tersebut yang
menurutnya sudah satu
hari dan haris diambil.
Kemudian Ken Arok
menguji Keris tersebut
dan terakhir Keris
tersebut ditusukkannya
pada Mpu Gandring yang
konon menurutnya
tidak menepati janji
(karena sarung keris itu
belum selesai dibuat)
selebihnya bahkan
dikatakan untuk
menguji kemampuan
keris tersebut melawan
kekuatan supranatural
si pembuat keris (yang
justru disimpan dalam
keris itu untuk
menambah
kemampuannya). Dalam
keadaan sekarat, Mpu
Gandring mengeluarkan
kutukan bahwa Keris
tersebut akan meminta
korban nyawa tujuh
turunan dari Ken Arok.
Dalam perjalanannya,
keris ini terlibat dalam
perselisihan dan
pembunuhan elit
kerajaan Singhasari
yakni :
Terbunuhnya Tunggul
Ametung
Tunggul Ametung,
kepala daerah Tumapel
(cikal bakal Singhasari)
yang saat itu adalah
bawahan dari Kerajaan
Kadiri yang saat itu
diperintah oleh
Kertajaya yang bergelar
"Dandang Gendis" (raja
terakhir kerajaan ini).
Tumapel sendiri adalah
pecahan dari sebuah
kerajaan besar yang
dulunya adalah Kerajaan
Jenggala yang
dihancurkan Kadiri,
dimana kedua-duanya
awalnya adalah satu
wilayah yang dipimpin
oleh Airlangga.
Ken Arok membunuh
Tunggul Ametung
untuk mendapatkan
istrinya yang cantik, Ken
Dedes. Ken Arok sendiri
saat itu adalah pegawai
kepercayaan dari
Tunggul Ametung yang
sangat dipercaya. Latar
belakang pembunuhan
ini adalah karena Ken
Arok mendengar dari
Brahmana Lohgawe
bahwa "barang siapa
yang memperistri Ken
Dedes akan menjadi
Raja Dunia".
Sebelum Ken Arok
membunuh Tunggul
Ametung, keris ini
dipinjamkan kepada
rekan kerjanya, yang
bernama Kebo Ijo yang
tertarik dengan keris itu
dan selalu dibawa-
bawanya kemana mana
untuk menarik
perhatian umum. Bagi
Ken Arok sendiri,
peminjaman keris itu
adalah sebagai siasat
agar nanti yang dituduh
oleh publik Tumapel
adalah Kebo Ijo dalam
kasus pembunuhan
yang dirancang sendiri
oleh Ken Arok.
Siasatnya berhasil dan
hampir seluruh publik
Tumapel termasuk
beberapa pejabat
percaya bahwa Kebo Ijo
adalah tersangka
pembunuhan Tunggul
Ametung. Ken Arok
yang saat itu adalah
orang kepercayaan
Tunggul Ametung
langsung membunuh
Kebo Ijo yang konon,
dengan keris pusaka itu.
Terbunuhnya Ken Arok
Setelah membunuh
Tunggul Ametung, Ken
Arok mengambil
jabatannya,
memperistri Ken Dedes
yang saat itu sedang
mengandung dan
memperluas pengaruh
Tumapel sehingga
akhirnya mampu
menghancurkan
Kerajaan Kediri. Ken
Arok sendiri akhirnya
mendirikan kerajaan
Singhasari.
Rupanya kasus
pembunuhan ini tercium
oleh Anusapati, anak
Ken Dedes dengan ayah
Tunggul Ametung.
Anusapati, yang
diangkat anak oleh Ken
Arok mengetahui
semua kejadian itu dari
ibunya, Ken Dedes dan
bertekat untuk
menuntut balas.
Anusapati akhirnya
merancang pembalasan
pembunuhan itu dengan
menyuruh seorang
pendekar sakti
kepercayaannya, Ki
Pengalasan.
Pada saat menyendiri di
kamar pusaka kerajaan,
Ken Arok mengamati
pusaka kerajaan yang
dimilikinya. Salah satu
pusaka yang dimilikinya
adalah keris tanpa
sarung buatan Mpu
Gandring yang dikenal
sebagai Keris Mpu
Gandring. Melihat
ceceran darah pada
keris tersebut, ia
merasa ketakutan
terlebih lebih terdengar
suara ghaib dari dalam
keris tersebut yang
meminta tumbal. Ia
ingat kutukan Mpu
Gandring yang
dibunuhnya, dan serta
merta mebantingnya ke
tanah sampai hancur
berkeping-keping. Ia
bermaksud
memusnahkannya.
Namun ternyata keris
tersebut melayang dan
menghilang. Sementara
Anusapati dan Ki
Pengalasan merancang
pembunuhan tersebut,
tiba-tiba keris tersebut
berada di tangan
Anusapati. Anusapati
menyerahkan keris
kepada Ki Pengalasan
yang menurut bahasa
sekarang, bertugas
sebagai "eksekutor"
terhadap Ken Arok.
Tugas itu
dilaksanakannya, dan
untuk menghilangkan
jejak, Anusapati
membunuh Ki
Pengalasan dengan
keris itu.
Terbunuhnya Anusapati
Anusapati mengambil
alih pemerintahan Ken
Arok, namun tidak lama.
Karena Tohjaya, Putra
Ken Arok dari Ken
Umang akhirnya
mengetahui kasus
pembunuhan itu. Dan
Tohjaya pun menuntut
balas.
Tohjaya mengadakan
acara Sabung Ayam
kerajaan yang sangat
digemari Anusapati.
Ketika Anusapati
lengah, Tohjaya
mengambil keris Mpu
Gandring tersebut dan
langsung membunuhnya
di tempat. Tohjaya
membunuhnya
berdasarkan hukuman
dimana Anusapati
diyakini membunuh Ken
Arok. Setelah
membunuh Anusapati,
Tohjaya mengangkat
dirinya sebagai raja
menggantikan
Anusapati.
Tohjaya sendiri tidak
lama memerintah.
Muncul berbagai ketidak
puasan baik dikalangan
rakyat dan bahkan
kalangan elit istana
yang merupakan
keluarganya dan
saudaranya sendiri,
diantaranya Mahisa
Campaka dan Dyah
Lembu Tal.
Ketidakpuasan dan
intrik istana ini akhirnya
berkobar menjadi
peperangan yang
menyebabkan
tewasnya Tohjaya.
Setelah keadaan
berhasil dikuasai, tahta
kerajaan akhirnya
dilanjutkan oleh
Ranggawuni yang
memerintah cukup lama
dan dikatakan adalah
masa damai kerajaan
Singashari. Sejak
terbunuhnya Tohjaya,
Keris Mpu Gandring
hilang tidak diketahui
rimbanya.

"Mereka Menuduh Saya" Sang Jendral Membongkar Mafia

“KEMATIAN membela
kebenaran lebih
terhormat daripada
hanyut dalam jaringan
mafia “. Inilah ungkapan
Susno Duadji ketika
rapat dengar pendapat
dengan Komisi III DPR RI
pada awal April 2010.
Kalimat itu diucapkan
Susno untuk
membuktikan bahwa
pembongkaran jaringan
mafia yang sedang dia
lakukan merupakan
tanggung jawab
profetiknya sebagai
seorang perwira
kepolisian. Susno tidak
rela jaringan mafia
justru mengebiri negara
dengan menilap harta
negara secara brutal.
Susno berani angkat
suara sekeras-
kerasnya, bahkan
kalaupun kematian akan
menjemputnya dalam
perjuangan ini, ia akan
bangga dengan
kematiannya. Daripada
meninggalkan harta
hasil korupsi, bagi
Susno, lebih baik
meninggalkan jejak
perjuangan membela
kebenaran kepada anak
cucu.
Spirit perjuangan sang
jenderal inilah yang
menjadikan dia akhir-
akhir ini menjadi
manusia paling ternama
dalam bebarapa bulan
terakhir ini.
Keberaniannya semakin
teguh terlebih dengan
makin banyaknya
jaringan mafia negara
yang banyak terseret di
meja hijau. Susno
bahkan tak segansegan
membongkar jaringan
mafia kelas kakap yang
melibatkan kaum elite
kekuasaan, dan jaringan
petinggi di kepolisian.
Keberanian ini, terbukti,
dengan banyaknya
mafia di dinas
perpajakan yang telah
menilap miliaran uang
negara. Mulai dari Gayus,
Bahasyim, Andi Kokasih,
sampai Sjaril Djohan
yang masih hangat
sekarang ini.
Lupa
Semua itu dilakukan
demi membela
kebenaran di tengah
kekuasaan yang lupa.
Karena kaum petinggi
negara banyak lupa
karena terjerat jaringan
mafia, tak salah kalau
petinggi negara, bahkan
instansi kepolisian
sendiri banyak yang lupa
dengan kebenaran yang
menjadi tugasnya. Dan
karena lupa, akhirnya
Susno sendiri juga
diuduh dengan beragam
kasus.
Karena itulah Susno
membela dan
membongkar jaringan
mafia yang mengitari
lembaganya sendiri.
Dalam konteks
semacam itulah buku ini
hadir untuk memberikan
klarifikasi dan
penjelasan yang
proporsional ihwal arah
perjuangan yang akan
dijalankan Susno dalam
membela keadilan di
Negeri Makelar Kasus ini.
Kesan awal atas buku
ini seolah merupakan
pembelaan Susno atas
tuduhan yang telah
dialamatkan kepadanya.
Seperti tuduhan
menerima suap Rp 10
miliar rupiah dari
pengusaha Budi
Sampoerna dalam
kasus Bank Century,
rekayasa skandal Cicak
vs Buaya, sampai sakit
hatinya dicopot dari
kursi Kabareskrim
Mabes Polri.
Karena tuduhan suap
itulah Susno akhirnya
diduga banyak terlibat
dalam berbagai jaringan
mafia. Susno dijebak
untuk menjadi “kambing
hitam“ dalam berbagai
kasus, khususnya
dalam masalah Bank
Century. Karena
tuduhan yang
menggelinding itu terus
menguat, akhirnya
Susno dicopot dari kursi
Kabareskrim Mabes
Polri. Akan tetapi lepas
dari jabatan
Kabareskrim Mabes Polri
justru membuat Susno
semakin “bebas“ dan
“leluasan“ untuk
menyuarakan
kebenaran.
Karena dicopot dari
jabatan, maka hal itu
dijadikan Susno sebagai
momentum tepat
membongkar jaringan
mafia yang mengakar
kuat dalam tubuh
instansi negara.
Keberanian yang terus
membara inilah yang
menjadikan buku ini
bukanlah sebuah
“pembelaan“ atas
pencopotan Susno dari
Kabareskrim Mabes
Polri, tetapi justru
menjadi starting point
dia dalam
memperjuangkan
kebenaran yang diyakini.
Bagi Susno, dalam
memperjuangkan
pemberantasan korupsi,
yang harus dibersihkan
terlebih dulu adalah
aparat hukum itu
sendiri.
Susno bertanya, jika
aparat hukum yang
korup. bagaimana kita,
sebagai aparat hukum,
bisa memberantas
korupsi kalau kitanya
sendiri korupsi? Karena
itu, sebagai tahap awal,
dia “bersihkan“ dulu di
dalam, baru setelah itu
membersihkan yang di
luar. Bagaimana mau
menangkap bupati,
direktur, dan lain-lain
kalau di dalamnya belum
bersih dari korupsi. Kalau
aparatnya korupsi,
tamatlah republik ini.
Keberanian Susno
semacam ini sudah dia
buktikan ketika
menjabat sebagai
Kepala Polisi Daerah
(Kapolda) Jawa Barat
pada 2008.
Saat menjabat Kapolda
Jabar, Susno dengan
lantang selalu
menyuarakan agenda
pemberantasan korupsi.
Bahkan dia sendiri
menjadi panglima
pemberantasan korupsi.
Dan Susno berkali-kali
mengatakan,
menjalankan agenda
pemberantasan korupsi
sebaiknya dimulai dari
keluarganya sendiri.
Karena keluarga sudah
terbukti tidak korupsi,
barulah Susno kemudian
membersihkan
bawahan-bawahannya.
Bagi Susno, kalau mau
menjadi panglima
pemberantasan korupsi,
mulailah dari diri sendiri
dan keluarga. Karena
tidak mungkin seorang
pejabat mau melakukan
agenda pemberantasan
korupsi, sementara
dirinya sendiri dan
keluarganya ternyata
terlibat dalam jejaringan
mafia korupsi.
Pejabat yang soksibuk
dengan urusan korupsi,
sementara dirinya dan
keluarganya terkait
jaringan korupsi, hanya
akan ditertawakan
bawahan dan rakyat.
Dengan lantang Susno
kemudian
membersihkan aparat
penegak hukum di Jabar
saat itu. Dia tak
tanggung-tanggung
menyeret pejabat.
Risiko apa pun sudah dia
pikirkan, karena yang
dia bela adalah
kebenaran, bukan
sekadar mencari
sensasi dan citra politik.
Bukti keseriusan Susno
saat menjabat Kapolda
Jabar seakan
menggebrak kembali
saat ini. Suara lantang
Susno selalu menghiasi
media cetak dan
elektronik. Kalau saat
konflik Cecak vs Buaya
saat itu semua
menentang Susno,
tetapi saat ini, karena
keterbukaan dan
keberanian Susno,
semua mendukung dia
untuk membongkar
jaringan mafia.
Buku semacam ini
bukan sekadar
pembelaan, tetapi
testimoni Susno untuk
membongkar mafia
dalam menegakkan
kebenaran. Rakyat
selalu mendukung
kebenaran. Karena itu
apa pun yang dilakukan
Susno kalau memang
untuk membela
kebenaran, pastilah
akan mendapatkan
dukungan kuat dari
rakyat. Susno jangan
sampai tergoda oleh
segala iming-iming
kekuasaan dan tetap
menjalankan misi
profetiknya dalam
membongkar jaringan
kejahatan yang
dijalankan mafia.

Reinkarnasi Rasa "Kembang Seruni"

Judul : Kembang
Seruni
Penulis : Denny
Novita
Editor :
Khotimatul Husna
Penerbit dan
Distribusi : LKiS
Yogyakarta
Cetakan ke I November
2009
KEMBANG Seruni,
sebuah novel dengan
latar kisah yang unik.
Memang tak lepas dari
kisah percintaan seperti
novel pada umumnya.
Namun menariknya,
bacaan yang satu ini
menyajikan kisah
percintaan yang dibalut
dengan salah satu
sekuel sejarah kerajaan
Majapahit.
Berbicara soal
Majapahit, tentu pikiran
Anda tak akan lepas
dari tokoh legendaris
Gajahmada. Dalam buah
karyanya ini, penulis,
Denny Novita, mampu
menggabungkan dua
zaman berbeda dalam
satu rangkaian alur
cerita. Salah satu dari
sekuel cerita
didalamnya berkisah
tentang cerita cinta
Gajahmada yang
berakhir tragis.
Anda akan dibawa
dalam dua kisah dengan
latar zamannya masing-
masing. Keduanya
terikat oleh satu
benang merah yang
mana tiap pembaca
akan memiliki
interpretasi sendiri.
Inilah sisi menarik
lainnya, makna tersirat
dari benang merah itu
dapat ditangkap dari
alur kisah dengan
setting masa lalu yang
menjelma di zaman
modern.
Reinkarnasi, satu kata
ini dapat menjadi 'kata
kunci' dalam memahami
perjalanan cerita
'Kembang Seruni'.
Mungkin hanya kata itu
pula yang tepat untuk
menggambarkan
perulangan kisah antara
dua pasang sejoli yang
hidup pada zaman
berbeda. Gajahmada
menjelma dalam sosok
Gading Aryaputra dan
Dyah Ayu Pitaloka
menjelma dalam diri
Seruni Anggraini.
Tak kalah pentingnya,
dalam novel ini kita
diajak menilik sejarah
Majapahit khususnya
mengenai sebuah
perang yang dikenal
dengan sebutan perang
bubat. Banyak versi
berbeda akan kisah
perang ini. Namun,
penulis menarik satu
sudut pandang yang
menempatkan perang
bubat sebagai akibat
dari perang batin dalam
diri Gajahmada.
Cinta 'terlarang' pada
calon permaisuri
Majapahit, Dyah Ayu
Pitaloka, adalah pemicu
dari tragedi yang
menyebabkan ribuan
jiwa dari Kerajaan
Majapahit dan Kerajaan
Sunda Galuh melayang.
Mirisnya, putri mahkota
Kerajaan Sunda Galuh
yang juga jatuh hati
pada sang mahapatih
itu pun rela mengakhiri
hidupnya dengan bunuh
diri.
Beralih ke zaman
modern, takdir
mempertemukan
Gading Aryaputra
dengan Seruni Anggraini
melalui caranya sendiri.
Keduanya, meski belum
pernah bertatap muka,
memiliki ikatan
misterius yang sulit
untuk dijangkau rasio.
Rasa benci meluap-luap
dari diri Seruni pada
Arya seolah adalah
jelmaan perasaan Dyah
Ayu pada Gajahmada
pasca perang bubat.
Gaya bahasa yang
demikian mengalir serta
imaji indah penulis
dalam memaparkan
kisah ini menjadi nilai
tambah tersendiri. Perlu
dicermati, banyak
pelajaran yang dapat
kita petik setelah
membaca karya sastra
ini. Terutama dalam hal
mengelola rasa.
Seseorang yang tak
mampu membendung
'kulminasi' rasa di
hatinya dapat berubah
menjadi sosok lain,
terpedaya dan terjebak
dalam pusaran emosi.
Sementara, waktu
terus berjalan
menggenggam setiap
akibat dari setiap
perbuatan.
Tertarik dengan novel
ini ? Segera dapatkan di
toko buku terdekat.